HETANEWS

Rifai Tak Bisa Jaga Mulut, Budi Divonis 5 Tahun

Terdakwa Budi Pramono (rompi merah) usai divonis 5 tahun. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Budi Pramono (37) warga Huta III Karang Sari Marihat Ulu Desa Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, divonis 2 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa atas kasus narkoba.

“Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 5 tahun dan denda sebsar Rp 800 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata hakim ketua sidang Rosihan Juhriah Rangkuti di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (24/1/2019).

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan perbuatan tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika jenis sabu, sebagaimana dalam Pasal 112 ayat 1 UU No 35/2009 tentang narkotika.

Baca juga: Humas Polres Siantar Jelaskan Pemanggilan 3 Kadis Pemko Siantar

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Heri Santoso meminta terdakwa dipenjara selama 7 tahun.

Dalam dakwaan, petugas Polres Siantar lebih dulu menangkap kurir terdakwa, Rifai (berkas terpisah) berikut 3 paket sabu di Jalan Bola Kaki, Kota Siantar, 9 Agustus 2018.

Tak mau dipenjara sendiri, Rifai pun buka mulut kalau ia disuruh Budi mengantarkan sabu ke lokasi. Petugas mendengar hal itu lantas melakukan bergerak menuju kediaman Budi dan menangkapnya.

Baca juga: Hefriansyah Tak Tampak Ketika SBY Hadir, Ada Apa Yah?

Dari penangkapan Budi petugas menyita 1 buah tas sandang merk JEEP berisi 16 paket sabu, 1 unit timbangan, plastik klip, jarum suntik, kompeng karet, pipa kaca dan handphone merk Samsung.

Dalam dakwaan juga diketahui jika Budi menerima 30 paket sabu dari JUN (DPO) seharga Rp 2,5 juta, pada Senin, 6 Agustus 2018. Namun terdakwa baru membayar sebesar Rp 1 juta, sedangkan sisanya dibayar setelah sabu laku terjual.

Penulis: bt. Editor: bt.