HETANEWS

JS, Penganiaya Aktivis Lingkungan Akhirnya Ditahan Kejari Samosir

JS (baju ping), Bos Silima Lombu diserahkan ke Kaeari Samosir dan diapit oleh Kasi Intel Kejari Samosir, Aben Situmorang (baju kotak). (Foto/STM)

Samosir,hetanews.com- Setelah lebih dari setahun, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir, akhirnya menerima barang bukti dan tersangka JS, kasus penganiayaan aktivis lingkungan, Sebastian Hutabarat dari Polres Samosir, pada Rabu (23/1/2019).

Hal itu disampaikan Kajari Samosir melalui Kasi Intelnya, Aben Situmorang, kepada wartawan.

"Kita sudah menerima berkas yang sudah P21, berupa barang bukti dan tersangka atas nama JS atas dugaan kasus penganiayaan terhadap saudara Sebastian Hutabarat, beberapa waktu lalu," ujar Aben Situmorang, Rabu (23/1/2019).

Selanjutnya, untuk kepentingan penuntutan, Kejari Samosir melakukan penahanan kepada tersangka JS, di Rumah Tahanan (Rutan) Pangururan.

Adapun barang bukti dan tersangka diserahkan oleh anggota unit Reskrim Polres Samosir, Briptu Roy Grimslay, dan diterima oleh Jaksa Penuntut Kejari Samosir, Juleser Simaremare.

Sebelumnya diberitakan, aktivis lingkungan, Sebastian Hutabarat, menjadi korban penganiayaan, pada tanggal 15 Agustus 2017, lalu, ketika melakukan aktivitas pengamatan terhadap penambangan batu dengan stone crusher, di Desa Silimalombu yang diduga melibatkan tersangka JS.

Ketika itu, Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Jonter Banjarnahor, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya berkas tersangka kasus penganiayaan yang dinyatakan P21 atau lengkap dari pihak Kejaksaan.

“Berkas perkara dari tersangka JS ini sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum, setelah sebelumnya berkas tersebut diteliti, sehingga kami menyerahkan barang bukti,” ungkapnya, Jumat (12/10/2018), lalu, saat dihubungi wartawan ketika itu.

Sementara itu, Sebastian Hutabarat yang menjadi korban penganiyaan ketika dikonfirmasi melalui telepon, memberikan apresiasi atas kinerja aparat hukum telah melakukan penangkapan kepada tersangka.

"Walaupun agak terlambat, kita apresiasi tinggi kinerja Polres Samosir dan Kejari Samosir yang telah melakukan penahanan guna melakukan penuntutan ke pengadilan nantinya,"ujarnya

Sebastian menambahkan, dengan tindakan aparat ini, hukum ditegakkan di Negara Indonesia dan tidak memihak kepada siapapun, sehingga rakyat semakin percaya kepada penegakan hukum di negeri ini.

Penulis: stm. Editor: gun.
Komentar 1