Wed 24 Apr 2019

Briptu M Reza Fatwa Merasa Terancam di Lapas Klas II A Siantar

Reza ketika disidangkan di PN Simalungun. (foto /ay)

Simalungun,hetanews.com- Briptu M Reza Fatwa (26) yang diadili di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, terkait kasus narkotika, merasa terancam menghuni  Lapas Klas II A Siantar yang terletak di jalan Asahan Km 7.

Karena sepak terjangnya sebagai anggota  Satnarkoba Polres Simalungun, hampir seluruh tangkapan melibatkannya dirinya. Rata - rata berkas narkotika yang sampai di persidangan, merupakan hasil  tangkapannya, bersama personil Satnarkoba Polres Simalungun lainnya. Tapi kali ini naas, polisi aktif ini  pun diadili terkait kepemilikan  narkotika dan disidangkan di PN Simalungun.

Biasanya, Reza hanya sebagai saksi di PN Simalungun,  tapi kali ini dirinya sebagai terdakwa  dan diadili.

Persidangan Rabu (23/1/2019), Reza tampak menggunakan baju tahanan. Meski sebelumnya terdakwa menggunakan baju biasa, karena ditahan di RTP Polres Simalungun di Raya. Tapi berdasarkan penetapan majelis hakim, Reza harus menghuni Lapas Klas IIA Siantar.

Hal ini menjadi kurang aman dirasakan Reza dan merasa dirinya terancam, sehingga Reza diasingkan dengan sel lain menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Diduga banyaknya penghuni Lapas itu yang menaruh dendam ,pada Briptu Reza.

Baca juga: Anggota Polres Siantar Benarkan Temukan 9 Gram Sabu Di Rumah Kos Briptu Reza

Ironis, saat Reza akan menghadiri sidang siang itu, dirinya diduga dianiaya atau dipukul oleh pegawai Lapas Siantar. Tak hanya itu seorang petugas wanita seenaknya menggunting rambut depan Reza hingga berantakan.

Petugas Lapas yang dihubungi Hetanews.com, Hiras Silalahi mengakui kejadian itu tapi tak bersedia memberikan jawaban. Hiras hanya mengatakan "saya ada mendengar hal itu, tapi Kasat juga sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas, tapi hasilnya belum tahu".

Sementara Briptu Reza Fatwa yang ditanya tentang penganiayaan dirinya hanya mengatakan "Janganlah diberitakan kak, saya takut,"katanya.

Melalui pengacara, Antoni Sumihar Purba dan Kencana Tarigan,  memohon kepada majelis hakim agar penahanan Reza dikembalikan ke RTP Mapolres Raya.

Penulis: ay. Editor: gun.