HETANEWS

LBH Cakrawala Ancam Laporkan SPBU Nakal di Tanjungbalai ke Kapolri dan DPR-RI

Khairul Abdi, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI)  Cakrawala Nusantara Indonesia.

Tanjungbalai,hetanews.com- SPBU 14.213.232 di Jalan Sudirman, Kilometer 7 Tanjungbalai yang menyelewengkan BBM dan menjual dengan harga di luar ketentuan pemerintah, tampaknya  kebal hukum hingga membuat kalangan praktisi hukum angkat bicara dan akan menempuh jalur hukum.

Khairul Abdi, selaku ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI)  Cakrawala Nusantara Indonesia, sangat menyesalkan permainan kotor yang dilakukan  pihak SPBU 14.213.232 tersebut.

Walaupun sudah heboh diberitakan dan menjadi perbicaraan di medsos, kata Khairul, namun  tidak membuat pihak SPBU berhenti menyalurkan BBM kepada pedagang jerigen, dengan harga di luar ketetapan pemerintah. 

Hal ini semakin menunjukkan  kebalnya pengusaha SPBU tersebut. Apa karena diduga dibackup oleh oknum-oknum baik di eksekutif maupun di legislatif, ucap pengacara muda ini.

Surat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI)  Cakrawala Nusantara Indonesia terkait SPBU di Tanjungbalai.

Banyaknya jerigen di SPBU 14.213.232 Tanjungbalai itu, tidak ada batas pengambilan atau pembelian, membuat masyarat kecil selalu tidak mendapatkan atau kehabisan BBM, karena  pembelian yang dilakukan pedagang aling-aling ini selalu pada malam hari.

Pada malam dan subuh dinihari tersebut, pihak SPBU itu menjual premium dengan harga Rp. 6.800/ liter, ditambah lagi biaya per jeregen bagi pembeli. Sedangkan harga pemerintah, jelas harganya sebesar Rp. 6.450/liter. ‘Kecurangan’ itu, membuat pihak SPBU itu mendapat keuntungan sebesar Rp. 350 /per liternya dari pedagang tersebut.

Baca juga: Wali Kota Tanjungbalai Angkat Bicara Terkait SPBU Nakal

Khairul mengatakan, bahwa jelas dalam UU RI No 22 tahun 2011 pasal 55 tentang  Migas, menyatakan setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun  dan denda enam puluh miliar.

Oleh sebab itu, LBH Cakrawala Nusantara Indonesia akan  membuat pengaduan dan menyurati DPR-RI Komisi VII,  Kapolri,  Ombudsman, Kejatisu dan Pertamina untuk mengambil tindakan  tegas terhadap SPBU 14.213.232 Tanjung Balai, tegas Khairul mengakhiri.

Penulis: ferry. Editor: gun.