HETANEWS

Apa Kabar Kasus Dugaan Pemerasan 11 Kepsek Siantar?

Unjuk rasa elemen masyarakat terkait kasus pemerasan Kepsek SMP di Siantar beberapa waktu lalu. (foto/net)

Siantar, hetanews.com – Kasus dugaan pemerasan terhadap 11 Kepala Sekolah (Kepsek) ‘mengendap’ di Kejaksaan Negeri Siantar. Hal ini lantaran kasus yang sempat menyita perhatian publik namun kini menghilang bak ditelan bumi.

Berdasarkan data kru media ini, dugaan pemerasaan para Kepsek tingkat SMP itu dilaporkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada 2017 silam.

Meski penyampaian laporan secara lisan, namun pihak kejaksaan pernah mengakui adanya kasus tersebut.

“Memang benar kasus ini dilaporkan, tapi secara lisan oleh LSM,” kata Kasi Intel Hary Palar saat menjawab demonstran yang mendesak pihak kejaksaan mengungkap kasusnya pada Agustus 2018 silam.

Hary tak lagi menjabat Kasi Intel setelah dimutasi ke Kejari Depok akhir 2018 lalu. Posisi Hary digantikan BAS Faomasi Jaya Laia.

Perhatian masyarakat saat itu cukup ramai atas kasusnya. Apalagi di kasus ini disebut menyeret oknum pejabat Pemko Siantar berinisial ZS, yang disinyalir berperan memberi perintah memeras para Kepsek.

ZS dalam kasusnya dibantu oleh seorang Kepsek berinisial RM yang ditugas mengumpulkan uang dari para Kepsek. Sedangkan ZS sendiri diperintah langsung atasannya.

BAS Faomasi kepada wartawan ditanyai mengenai perkembangan kasusnya mengaku belum mengetahui sama sekali sebab baru menjabat sebagai Kasi Intel. Meski begitu, dia berjanji mencari tau informasinya.

"Yang mana itu? Oh saya belum tau. Kasih saya seminggu la nanti saya sampaikan," ujarnya ditemui awak media, kemarin (22/1).

Penulis: bt. Editor: bt.