HETANEWS

Geruduk Kantor Gubsu, Warga Sarirejo Minta Edy Rahmayadi Tidak Lari

Masyarakat Sarirejo saat berunjukrasa di depan kantor Gubernur Sumut, Senin (21/1/2019). (foto/david)

Medan, hetanews.com – Gedung  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kembali digeruduk ratusan masyarakat dari Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia yang tergabung dalam Forum Masyarakat (Formas) Sarirejo, Senin (21/1/2019).

Pahala Napitupulu selaku Ketua Formas Sarirejo saat berorasi mengatakan dalam aksi tersebut mereka mengadukan nasibnya kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi terkait permasalahan sengketa lahan yang mereka hadapi. Massa aksi meminta Edy dapat memberikan solusi soal lahan di Sarirejo yang berlarut-larut hingga saat ini. “Kalau tidak ada juga solusi, kami akan tetap berunjuk rasa sampai Pilpres nanti,” ucapnya.

Pahala menuturkan  bahwa dirinya dan mewakili seluruh masyarakat Sarirejo merasa heran karena hingga saat ini tidak ada satupun solusi dari pemerintah. Padahal perkara tersebut sudah dimenangkan hingga ke tingkat MA.

“Sampai sekarang sertifikat tanah itu belum juga terbit. Padahal sudah ke berbagai instansi kami mengadukan hal ini. Bahkan pihak ATR/BPN juga tak mau menerbitkan sertifikat kami dengan alasan, lahan berada di dekat markas Lanud Soewondo dan masih terdaftar sebagai aset negara. Tentu ini kan aneh, kepada pihak pengembang sertifikat tanah itu bisa terbit sedangkan ke masyarakat tidak. Kami menduga ada sindikasi yang tersistematis antara Pemko Medan, pihak pengembang dan Lanud Soewondo,” paparnya.

Pahala pun mengatakan bahwa kecurigaan tersebut ada dasar hukumnya. Dimana menurutnya, ada 16 developer yang dengan gampangnya bisa mendapatkan sertifikat tanah. Selain itu, katanya, konflik lahan mereka dengan TNI AU hingga kini juga tak kunjung usai. Sehingga warga kerap dihantui oleh rasa takut, karena mendapat intimidasi dari pihak Lanud. 
 

Aksi tersebut pun mendapat tanggapan dari pihak Pemprovsu yang diwakili oleh Kabiro Otda Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung dan Kasubbag Pertanahan di Biro Pemerintahan. Mereka mengatakan bahwa hal ini akan segera menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut kepada gubernur.

“Aspirasi ini kita tampung dan akan kita sampaikan kepada Pak Gubernur. Sebab saat ini Pak Gub sedang tugas keluar,” sebut Basarin.

Seorang massa aksi mengungkapkan kepada hetanews.com kekecewaan nya mendengar tanggapan Basarin. Ia pun menganggap bahwa Gubsu, Edy Rahmayadi lari dari masalah yang terjadi di Sarirejo. Bahkan dikatakannya, hal ini sangat jauh dari visi dan misi Edy yang ingin menjadikan Sumut Bermartabat.

“Gubernur harus menginisiasi ini. Dia juga harus mendukung Formas Sarirejo untuk mendapatkan haknya. Jadi jangan lari,” seru massa aksi.

Sebagaimana diketahui, massa aksi Sarirejo sudah berulang kali menggelar unjuk rasa ke seluruh instansi dan lembaga negara yang berkaitan guna menuntut penyelesaian sengketa lahan. Bahkan beberepa waktu lalu, mereka juga sempat berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan, DPRD Medan, hingga kantor ATR/BPN Kota Medan dan Sumatera Utara. Namun mirisnya, hingga saat ini tak satupun pihak terkait menindaklanjuti aksi tersebut. 

Penulis: david. Editor: anto.