HETANEWS

Ribuan Pedagang Pakaian Bekas Deklarasi Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf di Tanjungbalai

Deklasarasi dukungan Jokowi-Ma'ruf. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Ribuan pedagang pakaian bekas berkumpul di tanah lapang di Jalan Sudirman Km 3, Kota Tanjungbalai, mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin.

Mereka yang rata-rata kaum wanita sepakat memilih Capres dan Cawapres nomor urut 1 dikarenakan menurut mereka Jokowi dapat menampung aspirasi mereka dan bersikap sederhana serta berpihak kepada wong cilik.

"Harapan kami nantinya,  Pak Jokowi dapat menampung dan memperhatikan nasib kami para pedagang pakaian bekas ini," ucap Erwin Geleng Sijabat selaku pembina pedagang pakaian bekas di dampingi oleh Ismail Simangunsong selaku ketua panitia acara saat dikonfirmasi Senin, (21/1).

"Kami para pedagang pakaian bekas meminta kepada Presiden nantinya untuk mempermudah masuknya pakaian bekas ke Indonesia dan jangan dipersulit seperti selama ini," pintanya.

Ribuan pedagang pakaian bekas deklarasi dukungan ke Jokowi-Ma'ruf. (foto/ferry)

Untuk diketahui, Kota Tanjungbalai tidak mempunyai Sumber Daya Alam untuk menghidupi warga nya,  maayarakat sendiri dari jaman dulunya dikenal sebagai kota jasa dan mempunyai cerita dan hubungan emosional dengan Malaysia dalam hal pertukaran barang.

Harapan mereka dengan dilegalkan nya pakaian bekas nantinya, dapat menampung jumlah lowongan pekerjaan kepada warga Tanjungbalai dan dengan sendirinya menaikkan taraf hidup warga yang saat ini jumlah angka kemiskinan meningkat.

Geleng menambahkan, menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa angka kemiskinan meningkat 0,18 persen di tahun 2018.

Sementara di tahun 2017 angka kemiskinan di Kota Tanjungbalai sebesar 14,46 persen. Meningkat menjadi 14,64 persen di tahun sekarang.

"Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan) tahun 2017 di Tanjungbalai sebanyak 24,685 ribu orang (14,46 %), bertambah sebesar 616 orang (14, 64%). Jadi angkanya bergeser di dua digit terakhir. 

Dengan angka kemiskinan ini diharapkan dengan di perbolehkan nya masuknya import pakaian bekas nantinya dapat mengurangi jumlah angka kemiskinan," ujar Geleng, diamini para pedagang.

Penulis: ferry. Editor: bt.