HETANEWS

Median: 31% Kader Golkar Dukung Prabowo, 21,2% Massa PKS ke Jokowi

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyampaikan rilis survei Median.

Jakarta, hetanews.com - Lembaga Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terkait elektabilitas antarkedua kandidat capres-cawapres. Selain itu, Median juga membeberkan loyalitas kader partai koalisi yang memilih capres-cawapres yang diusungnya.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam pemaparannya mengatakan, kader partai koalisi Jokowi-Ma’ruf yang paling loyal mendukung paslon tersebut adalah PDIP.

Dari 100 persen konstituen PDIP, hanya 4,8 persen yang memilih Prabowo-Sandi. Namun, Rico mencatat fakta menarik, yaitu temuan persentase yang cukup tinggi kader parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf yang mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Sementara, terdapat sebanyak 31 persen konstituen Golkar yang memilih Prabowo-Sandi. Lalu, Hanura sebanyak 45,7 persen dan PPP sebanyak 39,8 persen yang konstituennya juga memilih Prabowo-Sandi,” kata Rico di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/1).

Ilustrasi Partai Golkar. 

Rico menjelaskan alasan mengapa banyak kader partai di atas yang membelot dari keputusan partainya. Menurut dia, salah satu alasan mengapa banyaknya konstituen Golkar yang memilih Prabowo-Sandi karena Golkar merupakan partai yang sangat dinamis.

Ditambah pada Pilpres 2014 lalu Golkar mengusung Prabowo sebagai capres. “Jadi untuk sebagian kader Golkar memilih Prabowo karena faktor historis ketika 2014 lalu. Sementara untuk PPP dan Hanura, kita tahu bahwa kedua partai itu sedang dilanda konflik internal,” jelas Rico.

Sementara, kader partai yang paling loyal mendukung Prabowo-Sandi adalah Partai Gerindra. Namun, terdapat 5,6 persen konstituen Gerindra yang memilih Jokowi-Ma’ruf.Kemudian ada 21,2 persen konstituen PKS yang justru memilih Jokowi-Ma’ruf, bukan Prabowo-Sandi yang diusung partainya.

Lalu sebanyak 29,9 persen kader PAN yang memilih Jokowi-Ma’ruf, sementara dari Partai Demokrat tercatat 37,9 persen konstituen.

“Seperti PKS ada 21 persen yang pilih Jokowi. selain itu ada PAN dan Demokrat juga. Jadi ini penting bagi pasangan 01 dan 02 untuk mulai mengevaluasi dukungan dari partai-partai pendukungnya,” ujar Rico.  

Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono saat ditemui kumparan di kediamannya. 

“Kalau alasan konstituen Demokrat tak memilih Prabowo itu karena faktor belum terpilihnya AHY menjadi cawapres Prabowo. Ini masih berbekas,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Rico menyarankan agar kedua kandidat capres-cawapres untuk menguatkan mesin relawan-relawannya, agar bisa menambal kekurangan dukungan dari masing-masing parpol koalisi pendukungnya.

“Kalau secara terbuka tidak ada partai yang menyatakan membolehkan bermain politik dua kaki, tidak ada yang mengizinkan. Maka solusinya dengan menguatkan mesin-mesin politik non-partai,” tutup Rico.  

sumber: kumparan.com

Editor: sella.