HETANEWS

Tips Penting Buat Ortu Agar Anak Tak Jadi Korban Cabul

ilustrasi anak korban pencabulan. (foto/tempo)

Siantar, hetanews.com - Beragam dampak dapat timbul pada anak korban pencabulan. Pada umumnya, anak yang menjadi korban akan menyendiri akibat malu terhadap diri sendiri atau hilangnya kepercayaan diri.

Menurut Christina Oktavia Hasibuan yang merupakan seorang Psikolog Klinis Anak di Pusat Tumbang Anak Rumah Shalam berada di Jalan Laguboti, Kecamatan Siantar Selatan mengatakan, korban merasa benci terhadap diri sendiri yang dapat mengganggu psikis, bahkan adanya trauma yang bisa berlangsung lama (sifatnya menahun).

"Dalam jangka waktu panjang korban pelecehan seksual dapat mengarah pada masalah kepribadian, disfungsi seksual, sakit kronis, kecanduan, melukai diri sendiri, depresi dan keinginan bunuh diri," kataya dalam keterangan tertulis yang diterima hetanews (18/1/2019).

Lebih lanjut, korban pencabulan dikhawatirkan akan mengalami gangguan identitas disosiatif bahkan kecenderungan untuk mengulangi tindakan pencabulan atau kejahatan seksual lainnya. Maka dari itu, ada beberapa cara menghindarkan anak dari tindakan pencabulan yang dapat dilakukan oleh orangtua di rumah.

"Salah satu cara yaitu mengajarkan anak keterbukaan. Ajarkan anak untuk tidak menyimpan rahasia dengan kebiasaan bertanya dan meminta si kecil bercerita kegiatan sehari-hari saat ia senang, sedih, takut dan gembira," ujarnya.

Tak hanya mengajarkan anak keterbukaan dan memintanya untuk bercerita kegiatannya sehari-hari. Cara lain yakni mengajarkan pendidikan seksual (sex education).

"Pendidikan seksual dapat dimulai sejak anak balita. Ajarkan bagaimana menjaga kebersihan organ intim dan keamanan dari sentuhan orang asing selain anggota keluarga yang dikenalnya. Jika ada yang memegangnya ajarkan untuk berteriak dan lari. Tidak mempercayai orang asing. Dalam budaya kita memang diajarkan ramah dan sopan, namun kondisi saat ini orangtua dituntut untuk pandai-pandai menyampaikan kepada anak bagaimana sebaiknya bersikap kepada orang asing," sebutnya.

Menurutnya, selain pendidikan seksual orangtua dapat menghindari atau memberikan anak aksesoris nama.

"Jangan kenakan kalung, gelang atau pakaian yang bertuliskan nama anak jika terpaksa anak harus jauh dari orangtua. Hal ini untuk menghindari orang asing atau oknum yang berniat jahat atau penculik yang menyebutkan nama seolah sudah mengenal anak dengan baik," ujarnya.

Sementara itu untuk mengurangi tingkat pencabulan anak, peran pengawasan, perhatian, kontrol dan lainnya dari orangtua atau keluarga besar harus ditingkatkan. "Keluarga sebagai lembaga sosial yang bersifat universal, berperan menciptakan lingkungan yang aman dan ramah terhadap anak," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: bt.