HETANEWS

Dua Tahun Kota Siantar Tak Raih Adipura

Pemulung mengais rezeki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, 26 Januari 2017. (foto:lazuardi)

Siantar, hetanews.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan Piala Adipura periode 2017-2018 kepada 146 kota/kabupaten, dalam acara penganugrahan Adipura dan Green Leadership di Manggala Bakti, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Ke-146 penghargaan terdiri dari 1 Adipura Kencana, 119 Adipura, 10 sertifikat Adipura, 5 plakat Adipura serta penghargaan kinerja pengurangan sampah untuk 11 kabupaten/kota.

Pada pelaksanaan program Adipura periode 2017- 2018 telah dilaksanakan penilaian terhadap 369 kabupaten/kota se-Indonesia, atau sebanyak 72% dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Seperti yang dilansir dari website resmi Pemko Siantar, pematangsiantarkota.go.id, Walikota Hefriansyah dikatakan sangat optimis dalam meraih Adipura 2018 tersebut.

Keseriusan Walikota Siantar untuk meraih Adipura, ditandai dengan melakukan kordinasi konsultasi ke Ditjen PSBL3 Kementrian Lingkungan Hidup, Jakarta Rabu 24 Januari 2018. 

Baca juga: Wali Kota Siantar ke Warga yang Buang Sampah Sembarangan: Apalah Mau Awak Bilang Manusia Kayak Gini

Meski demikian, keseriusan Walikota itu ternyata tidak membuahkan hasil. Kota Siantar tidak membawa satu pun penghargaan Adipura 2018 tersebut. 

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Siantar, Jekson Hasan Gultom dan Kabag Humas Pemko Siantar Hamam Sholeh, yang hendak diwawancarai belum bersedia memberi penjelasan mengenai hal itu.

Meski terus menjadi pertanyaan -apa upaya Pemko Siantar dalam pengelolaan lingkungan- Kota Siantar pernah menerima penghargaan. Terakhir kali menerima penghargaaan Adipura Kirana dan Buana pada tahun 2016. 

Jauh sebelumnya Kota Siantar pernah meraih penghargaan Adipura pada tahun 2008, kemudian pada  tahun 2013 dan menerima sertifikat Adipura pada tahun 2015. 

Dari perjalan itu, yakni tahun 2015- 2016 Kota Siantar mendapat dua kali penghargaan. Hal ini menunjukkan pernah ada kinerja pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kota ini.

Penulis: gee. Editor: edo.