Medan,hetanews.com- Sekelompok orang tanpa alasan pasti, tiba-tiba melempar kantor Gubsu, yaitu saat barisan massa demonstran melintasi kantor Gubsu, di jalan Pangeran Diponegoro no. 30 Medan, Selasa (15/1/2019) siang lalu.

Akibat kejadian itu, kaca jendela samping pos jaga kantor Gubsu pecah terkena lemparan batu.

Selain itu, lima unit kendaraan roda empat yang terparkir, juga mengalami kerusakan, karena terkena lemparan batu. Diduga massa tersebut, dari Sari Rejo yang sedang melakukan longmarch.

Informasi dihimpun, pelemparan terjadi menjelang waktu makan siang. Pantauan di lokasi, terlihat beberapa batu berserakan, tepat di belakang pintu gerbang utama kantor Gubsu.

Dari keterangan salah seorang sekuriti yang bertugas jaga dan menyaksikan kejadian tersebut, mengatakan, saat itu sekelompok orang dengan jumlah massa yang besar.

Mengetahui barisan massa ingin melakukan unjuk rasa, dia dengan beberapa sekuriti lainnya langsung sigap, menutup gerbang utama kantor Gubsu.

Kaca jendela pos Satpam kantor Gubsu pecah dilempar sekelompok massa.

“Kami pikir mereka mau demo, jadi kami tutup gerbangnya agar mereka tidak masuk. Tapi, tiba-tiba mereka (massa aksi) melempari batu ke arah kantor Gubernur,” sebut sekuriti yang enggan namanya disebutkan.

Lebih jauh, sekuriti itu, mengatakan, saat mereka ingin menutup gerbang, para massa langsung turun dan menghalangi beberapa petugas untuk menutup gerbang. Menurut pria dengan kulit sawo matang ini, mereka hanya teriak-teriak sambil memaki-maki.

“Orang itu tak ada ucap apapun dan mereka bilang minta gerbang dibuka mau masuk. Dan mereka memaki-maki kami,” sebutnya seraya mengatakan, sempat terjadinya aksi tarik menarik gerbang kantor Gubsu. Dan disaat bersamaan terjadi pelemparan batu.

Sementara itu, Kabiro Umum Setdaprovsu, Faisal Hasyimi yang turun langsung meninjau lokasi, membenarkan terjadinya pelemparan batu oleh sekelompok orang tidak dikenal.

"Benar, tadi ada terjadi pelemparan batu oleh sekelompok orang yang tidak kenal,” sebutnya.

Mobil juga tampak rusak akibat dilempar batu.

Faisal juga mengatakan, bahwa yang melakukan pelemparan tersebut sekelompok orang hendak akan berunjuk rasa. Namun, Faisal menyayangkan tidak adanya dilakukan pengawalan dari petugas berwajib saat massa aksi melakukan aksi longmarch.

Dan atas kejadian tersebut, Faisal pun berencana untuk melaporkan peristiwa itu ke pihak Polrestabes Medan agar segera ditindaklanjuti.

“Kita akan melaporkan ini, karena ini telah menggangu khalayak banyak, baik itu warga sipil maupun pekerja di pemerintahan,” pungkasnya.