Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

111 Warga Sragen Kena DBD, 2 Orang Meninggal dunia

ilustrasi demam berdarah. (foto/net)

Sragen, hetanews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat dari awal tahun hingga 14 Januari 2019, terdapat kasus 111 penderita DBD dengan dua korban meninggal dunia.

"Banyak penderita DBD meningkat. Maka dari itu kami minta Bupati atau Wali Kota gerakkan kader untuk penyuluhan kesehatan ke rumah tangga. Terutama genangan air sampah mulai dibersihkan," kata Ganjar Pranowo kepada wartawan, Rabu (16/1).

Dia menyebut untuk penanganan dalam waktu dekat, Ganjar memerintahkan Dinas Kesehatan Jateng, beserta Dinkes Kesehatan melakukan survei ke beberapa tempat yang marak terjangkit kasus DBD.

"Kalah butuh tindakan khusus nanti akan ada tindakan treatment untuk itu. Kami minta tim bergerak cepat dan mendata agar tidak ada korban banyak," ujarnya.

Terkait penetapan status KLB demam berdarah, Ganjar menerangkan jika keputusan itu sementara belum diambil.

"Nanti biar Dinas yang menghitung semuanya, apakah pada titik tertentu kita menetapkan KLB. Jika nanti syaratnya memenuhi, maka kami tidak akan ragu menetapkan situasi apapun," kata Ganjar.

Seperti diketahui, kasus DBD melanda Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sejak 1 Januari hingga 14 Januari 2019, telah ditemukan 111 kasus DBD dengan dua kasus meninggal dunia.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menetapkan KLB DBD di Sragen. Dia mengatakan, ratusan kasus DBD tersebut ditemukan di 19 kecamatan.

Kesembilan belas kecamatan itu antara lain Kalijambe 5 kasus, Plupuh 1 kasus, Masaran 3 kasus, Kedawung 2 kasus, Gondang 1 kasus, Sambungmacan 3 kasus, Ngrampal 1 kasus, Sragen 2 kasus.

Kemudian Karangmalang 2 kasus, Sidoharjo 6 kasus, Tanon 6 kasus, Gemolong 11 kasus, Miri 10 kasus, Sumberlawang 15 kasus, Mondokan 21 kasus, Sukodono 3 kasus, Gesi 2 kasus, Tangen 11 kasus dan Jenar 6 kasus.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.