HETANEWS

Bandar Sabu yang Ditembak Mati Polres Tanjungbalai Terkenal Licin dan Kebal Hukum

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan, di depan Mapolres setempat. (foto/ferry)

Tanjungbalai,hetanews.com- Rusdi alias Tete (40),  warga jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Tanjungbalai Kota III, Kecamatan Tanjungbalai Utara yang ditembak mati oleh Satres Narkoba Polres Tanjungbalai ini, terkenal licin dan diduga mempunyai hubungan khusus dengan oknum – oknum, sehingga  sepak terjangnya sulit termonitor oleh petugas, selama beberapa tahun ini. 

Namun di bawah kepemimpinan Kapolres, AKBP Irfan Rifai dan Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono, sepak terjang Tete berakhir dan menemui ajalnya, akibat ditembak mati oleh petugas. 

Selain Tete, Polisi juga menembak mati seorang bandar Narkoba, warga Malaysia, yakni, Zulfikar alias Acong. Dari tangan keduanya, petugas menyita sabu seberat 15 kilogram. 

Keduanya ditembak mati saat polisi akan melakukan  pengembangan jaringan mereka dan sebelum ditembak, Zulfikar alias Acong, sempat memberikan kronologis perjalanan sabu tersebut masuk ke Indonesia. 

Pada Selasa (15/1/2019), lalu, tersangka menerima sabu-sabu dari seorang warga Malaysia dengan panggilan PJ (DPO).  Selanjutnya Acong menuju Indonesia dengan menaiki bot tongkang, ditemani oleh U ( DPO)  dan A (DPO). 

Baca juga: 2 Bandar Sabu Jaringan Internasional Ditembak Mati, Sabu 15 Kg Disita

Kemudian mereka tiba di perairan Indonesia, tepatnya di pinggir sungai, Kelurahan Beting Kuala Kapias,  Teluk Nibung, pada Rabu (16/1/2019)  sekira pukul 03.30 WIB.

Ketiganya disambut oleh Rusdi alias Tete dengan menggunakan  sepeda motor dan menuju ke arah Teluk Nibung dan Tim Opsnal yang dipimpin oleh Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono dapat meringkus mereka dengan  menyita sabu 15 kilogram.

Namun  saat akan  dilakukan pengembangan dan tiba di jalan Alteri, kelurahan Serantau, kecamatan Datuk Bandar, kedua tersangka melarikan diri dan tidak menghiraukan tembakan peringatan ke udara yang dikeluarkan polisi, sehingga dilakukan  tindakan tegas dan terukur. 

Polisi kemudian berusaha menolong kedua korban dengan membawa ke Rumah Sakit Umum Tengku Mansur Tanjungbalai, namun di tengah perjalanan, kedua tersangka kehabisan darah dan meninggal dunia. 

Penulis: ferry. Editor: gun.