Samosir,hetanews.com- Wakil Ketua DPRD Samosir, Jonner Simbolon melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, pada Senin (14/1/2019), lalu, di Kompleks Perkantoran Parbaba, Pangururan Samosir.

Setelah melakukan pemeriksaan atas alat mesin pertanian (Alsinta) yang terletak di sekitar Dinas Pertanian (Distan) Pemkab Samosir, Jonner Simbolon, lalu melakukan pertemuan empat mata dengan Sekretaris Dinas Pertanian, Jhunellis Sinaga.

Pasca pertemuan, Jonner Simbolon, menyatakan penyesalannya atas lambatnya penyaluran Alsinta yang berasal dari hibah Kementrian Pertanian RI kepada Pemkab Samosir, yang oleh banyak kalangan dipolitisir, karena tahun 2019 adalah tahun politik.

"Ini adalah dana Kementerian Pertanian dan bukan dana DAK, serta penyerahannya pada Desember, persis tanggalnya mereka tidak tau karena penerima sedang tidak ditempat. Menurut Sekretris Dinas, pihak penerimanya sudah ada, tapi tidak dapat diberikan tadi oleh Sekdis, karena dipegang oleh Kabidnya yang sedang tugas luar kota. Kami sudah minta kepada ibu Sekdis, supaya nama-nama segera diberikan kepada Komisi II DPRD Samosir, ketika kita memanggilnya supaya tidak menjadi polemik. Namun kita menyesalkan lambatnya penyerahan semua alsinta ini,"ujar Jonner Simbolon.

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian, Jhunellis Sinaga, semua Alsinta ini akan diberikan kepada kelompok tani, pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosr, pada tanggal 27 Juni 2019 nanti.

Hal ini juga disesalkan Jonner Simbolon, karena terlalu lama dan terlambat buat para petani yang sangat membutuhkan Alsinta, di musim hujan seperti saat ini.

"Kalau ini diberikan pada akhir February 2019 di perayaan hari jadi kabupaten, sebenarnya sangatlah terlambat, karena selain akan menimbulkan tafsir politik negatif dari banyak kalangan menjelang pemilu 2019. Juga akan terlambat bagi para petani yang saat ini sedang membutuhkan semua alat petani ini untuk menggarap lahannya di musim yang masih penghujan ini. Sementara di bulan Februari sudah mulai musim kemarau, sehingga tidak bisa langsung digunakan Alsinta tersebut,"ujar Jonner.

Pria yang terkenal kritis membela kepentingan rakyat dan petani ini, bersama para anggota DPRD Samosir lainnya, berjanji akan memanggil Dinas Pertanian untuk dengar pendapat menuntaskan pembagian Alsinta ini agara dapat disalurkan secepat mungkin.

Sebelumnya juga diberitakan, mantan Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, menyampaikan kritik tajam kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir,  khususnya kepada Kepala Dinas Pertanian Samosir yang sampai saat ini belum menyalurkan 38 traktor dan 13 Cultivator yang merupakan pengadaan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN 2018 lalu.

Menurutnya, penyaluran itu seharusnya sudah dilakukan pada tahun 2018 lalu, sebelum memasuki tahun 2019 yang merupakan tahun politik, sehingga dapat menimbulkan dugaan negatif  kepada Pemkab Samosir.

"Bila penyaluran ini memang belum dilakukan sampai saat ini, patut diduga ada unsur politik  didalamnya, apalagi Bupati kita, ketika pilkada yang lalu hanya didukung satu parpol tertentu saja," ujarnya kepada hetanews.com, pada Senin (10/1/2019), lalu, di Palito Kafe, Pangururan.