HETANEWS

Penataan Parkir dan Kembalikan Fungsi Trotoar di Kota Siantar

Oleh: Robert Tua Siregar Ph.D  (Spesialist Development Planning Area dan  Dosen STIE Sultan Agung Pematangsiantar)

Penataan Parkir

Kegiatan parkir di badan jalan merupakan salah satu aktifitas yang dapat mengganggu kinerja jalan karena akan berpotensi menimbulkan kemacetan apabila tidak tertata dengan baik.

Hal serupa juga terjadi di beberapa ruas jalan Kota Siantar. Sudah selayaknya dilakukan study penelitian untuk mengetahui karakteristik parkir di badan jalan kota siantar sehingga dapat temukan pemecahan masalah terkait aktifitas parkir di badan jalan.

Metode yang digunakan dengan adalah deskriptif kuantitatif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi eksisting yang ada di lapangan. Selanjutnya pendekatan kuantitatif dilakukan mengukur karakteristik parkir. Pengamatan di lapangan diperlukan untuk mendapatkan karakteristik parkirnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan ruang parkir untuk sepeda motor masih memenuhi kapasitas parkir yang tersedia untuk lokasi pengamatan Jl. Sutomo dan Jl. Merdeka, Jal.Bandung, Jalan Surabaya, Jl. Cipto dan Parluasan. Sedangkan untuk Jl. Merdeka (sekitar Pasar Horas) dan Jl. Sutomo (trotoar) sudah melebihi kapasitas parkir yang tersedia.

Untuk parkir mobil sudah melebihi kapasitas parkir yang tersedia.Permintaan ruang parkir masih memenuhi kapasitas parkir yang ada.

Berdasarkan dari data sementara, maka dapat disimpukan sebagai berikut:

1.Titik Lokasi Parkir  - Parkir di badan Jalan sepanjang Jalan Sutomo yaitu  titik lokasi, adapun titik lokasi tersebut adalah Jalan di sekitaran Ramayana, Rs Djasarman, Pasar Horas, Ganda (merupakan titik stagnan lalin).

Jalan Merdeka, Jalan cipto, Jalan Bandung, Jalan Surabaya dan Jalan Kartini, untuk volume kendaraan parkir diperoleh volume puncak kendaraan parkir pada badan jalan yaitu terjadi di hari kerja  pada waktu sore hari antara pukul 7.30.00-17:00 WIB, dengan total kendaraan parkir yang banyak kendaraan. Sedangkan kebutuhan ruang parkir kendaraan ringan untuk kondisi saat ini melebihi, sedangkan untuk sepeda motor yg paling banyak, sehingga menggunakan trotoar.

2.Puncak volume lalu lintas terjadi pada hari Senin dengan interval waktu pada pagi dan sore hari.

3.Untuk alternatif pola parkir di badan jalan yang dipakai adalah pola parkir paralel.

4.Dan dari analisa secara ekonomi sementara untuk pendapatan dalam 1 bulan/30 hari untuk kendaraan ringan perlu di hitung.

5.Maka perlu saran yang dapat disampaikan, yaitu:

a. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan menambah jam dan jumlah hari survei sehingga hasil yang didapat untuk menentukan  kebutuhan parkir kendaraan lebih akurat.

b. Perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap Kinerja jalan ,kapasitas ruang parkir untuk beberapa tahun yang akan datang.

c. Perlu dibuatkan pemarkaan yang jelas untuk badan jalan yang dijadikan sebagai fasilitas parkir, supaya tempat parkir tidak semrawut dan tertata dengan baik.

d. Untuk memperlancar lalu lintas di Jalan Sutomo dan Merdeka pemerintah ataupun pihak swasta sebaiknya menyediakan sarana tempat parkir kendaraan di luar badan jalan atau Off street parking.

Secara logikanya, untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik lagi, maka sudah seharusnya dilakukan revitalisasi dan perbaikan dari setiap permasalahan dan kondisi yang ada, sehingga kemajuan dan peningkatan perbaikan dapat tercipta. Oleh karena itu, menyangkut pertanyaan di atas, maka penjabaran di bawah ini dapat dikategorikan sebagai jawaban dan analisis terhadap pertanyaan tersebut.

Perparkiran menjadi point yang sangat penting dalam kaitannya dengan kendaraan, transportasi, dan lalu lintas. Berdasarkan penjabaran di atas, maka sudah seharusnya jika permasalahan yang terjadi dicarikan dan diatasi dengan berbagai solusi dan cara yang tepat, sehingga permasalahan yang ada tersebut tidak berlarut-larut dan tidak menjadi bom waktu yang klimaks.

Oleh karena itu, dalah hal ini, Pemerintah dan lembaga terkait, terus melakukan kajian, analisis, menyusun, dan merumuskan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah melakukan penataan, pembenahan, dan pengelolaan yang baik dalam bidang perparkiran, yang juga bagian dari keutuhan permasalahan lalu lintas.

Perparkiran merupakan bagian penting dalam manajemen lalu lintas di kawasan perkotaan seperti Wilayah Siantar. Karena itu, kebijakan perparkiran perlu dilakukan secara konsisten sehingga seluruh aspek dari kebijakan tersebut di arahkan pada tujuan yang sama.

Adapun sasaran utama dari kebijakan parkir sebagai bagian dari kebijakan transportasi, yakni sebagai berikut:

a) Untuk mengendalikan jumlah kendaraan yang masuk pada suatu kawasan.

b) Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikumpulkan dari pungutan retribusi parkir, dan untuk selanjutnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infraktukstur sarana dan prasarana terkait

c) Meningkatkan fungsi jalan.

d) Meningkatkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

e) Mendukung tindakan pembatasan lalu lintas lainnya.

Berdasarkan penjelasan mengenai sasaran utama dari kebijakan parkir sebagai bagian dari kebijakan transportasi di atas, maka sudah seharusnya pelaksanaan implementasi sistem dan manajemen operasional perparkiran harus berjalan dengan baik, efektif, optimal, tepat guna, dan tepat sasaran baik berlaku pada on street parking (tepi badan jalan) maupun sistem off street parking (tempat parkir khusus).

Fungsi Trotoar

Ruang terbuka  merupakan ruang yang direncanakan karena kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktifitas bersama di ruang tebuka Shirvani (1986), menyatakan bahwa ruang terbuka  adalah semua lansekap  seperti jalan, trotoar dan semacamny, taman dan ruang rekreasi di daerah perkotaaan, tetapi tidak termasuk ”superhole” (ruang raksasa sisa perombakan kota).

Para pejalan kaki berada pada posisi yang lemah jika mereka bercampur dengan kendaraan, maka mereka akan memperlambat arus lalu lintas. Oleh karena itu, salah satu tujuan utama dari manajemen lalu lintas adalah berusaha untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan-gangguan yang besar terhadap aksesibilitas dengan pembangunan trotoar.

Apakah definisi tersebut di atas sesuai dengan keadaan trotoar sekarang ini? Nggak banget! Trotoar saat ini memiliki banyak sekali fungsi yang melenceng jauh dari tujuan awal pembuatannya. Fungsi trotoar saat ini adalah jalur tambahan untuk motor, terutama kalau jalan utama macet atau mau berjalan melawan arus.

Tragis ketika kita melihat kondisi jalanan yang setiap harinya selalu dipenuhi dengan kendaraan bermotor yang volumenya setiap hari semakin bertambah, penambahan volume kendaraan bermotor yang tinggi ini mengakibatkan berbagai masalah turunan, misalnya adanya perubahan/alih fungsi dari bagian jalan.

Bagian tubuh jalan yang seharusnya tidak peruntukkan untuk lintasan kendaraan bermotor sekarang sudah digunakan oleh kendaraan bermotor. Bukan hanya kendaraan bermotor dengan ukurang kecil (sepeda motor), tetapi juga kendaraan dengan ukuran besar (seperti kenderaan pribadi, bus dan angkutan kota) juga memaksakan diri untuk melintasi bagian tubuh jalan yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk dilewati kendaraan.

Bagian tubuh jalan yang dimaksudkan adalah “trotoar”. Trotar di Siantar sekarang ini sudah beralih fungsi, awalnya diperuntukkan bagi pejalan kaki tetapi sekarang trotoar ini sangat rawan apabila dilalui oleh pejalan kaki, karena pemilik kendaraan bermotor juga ikut melintas di trotoar yang ada, tidak dalam kecepatan rendah tetapi kadang-kadang dengan kecepatan tinggi layaknya di jalan biasa.

Hal ini mengakibatkan kekhawatiran yang tinggi bagi pejalan kaki untuk berjalan diatas trotoar. Trotoar tidak hanya berubah fungsi sebagai tempat melintas kendaraan, tetapi sekarang trotar juga digunakan sebagai lahan parkir atau malah sebagai tempat pedagang kaki lima. Kondisi ini sangat banyak ditemui di sekitaran jalan Siantar. Perubahan fungsi tubuh jalan ini kemudian memperparah keadaan karena akan semakin luas lahan yang dibutuhkan untuk parkir para pedagang-pedagang kaki lima, sehingga kemacetan di sepanjang jalan juga tidak dapat terhindarkan.

Keadaan ini tidak bisa sepenuhnya dijadikan sebagai kelalaian pemerintah, karena pada saat pembangunan trotoar, pemerintah telah memberikan fungsi seharusnya dan memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki.

Dalam hal ini sikap dan pola pikir masyarakat Siantar lah yang perlu dibenahi. Tidak adanya kepedulian dalam diri warga siantar, menjadikan kondisi Siantar semakin tidak teratur. Apabila keadaan ini terus berlangsung, lama-kelamaan pejalan kaki akan enggan berjalan di trotoar, seperti yang ada saat ini

Menurut perencanaan jalur pejalan kaki yang perlu diperhatikan adalah kebebasan berjalan untuk mendahului serta kebebasan waktu berpapasan dengan pejalan kaki lainnya tanpa bersinggungan, dan kemampuan untuk memotong pejalan kaki lainnya. Keamanan terhadap kemungkinan terjadinya benturan dengan pengguna jalan yang lain (lalu lintas kendaraan) serta Tingkat kenyamanan pejalan kaki yang optimal seperti faktor kelandaian dan jarak tempuh serta rambu-rambu petunjuk pejalan kaki.

Semua bangunan yang disediakan untuk pejalan kaki guna memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan dan kenyamanan pejalan kaki. Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan.

Jalur pejalan kaki adalah jalur yang disediakan untuk pejalan kaki guna memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pejalan kaki tersebut.

Penulis: tim. Editor: gun.