HETANEWS

Bantah Terlantar, Jekson Gultom Sebut Taman Kehati Lagi Musim Kemarau

Salah satu fasilitas jalan setapak di Taman Kehati Kota Siantar, di Jalan Kapten MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kamis 10 Januari 2019.

Siantar, hetanews.com - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Siantar Jekson Hasan Gultom membantah jika kondisi Taman Kehati sedang terlantar. Ia menyebut kondisinya saat ini lagi musim kemarau. 

"Bukan begitu, bukan terlantar, sekarang ini kan musim kemarau. Jadi mau dibersihkannya dulu sampah sampahnya," kata Jekson, Senin (14/1/2019). 

Jekson juga membantah jikaTaman Kehati, jangan disamakan dengan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka untuk publik seperti Lapangan Merdeka dan Taman Beo Kota Siantar. 

Baca juga: Terima Kucuran Dana, Taman Kehati Terlantar

Kepala BLH Kota Siantar ini mengklaim hampir 60 persen tanaman langka dan pohon sudah ditanami. Menurut Jekson kondisinya tanaman 80 persen tumbuh dengan baik. Ia juga berjanji akan membuka Taman Kehati untuk umum.

"Ini masih awal tahun, minggu ini kita tuntaskan bersih, karena tahun lalu ada proyek disitu. Jadi kita bersihkan dulu baru kita buka untuk umum," paparnya.

Masih kata Gultom, kondisi bangunan dan fasilitas di Taman Kehati bukan diterlantarkan. Hanya saja anggaran untuk pemanfaatannya belum ditampung, karena keterbatasan anggaran.

Pintu masuk ke Taman Kehati

Baca juga: Menilik Kondisi Taman Kehati, Tak Terurus Hingga Bangunan Terlantar

Sebuah gedung galeri dan area UKM itu, kata Jekson, akan dijadikan perpustakaan. Sementara fasilitas seperti buku, sudah diambil dari KLH. Ia mengatakan hal itu belum dilakukan karena anggaran Mobiler belum ada.

Kordinator Sahabat Lingkungan (Saling) Kota Siantar, Nico Sinaga menyayangkan kondisi Taman Kehati yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Pemko Siantar. 

"Niat dari pemko untuk melestarikan tanaman tanaman langka, itu yang kita inginkan. Apalagi tujuan didirikannya (Taman Kehati) untuk melestarikan tanaman langka," kata Nico.

Menurut Nico, jika Pemko Siantar masih belum bertindak untuk mengelola Taman Kehati, ia menilai Pemko Siantar sudah melanggar awal tujuan didirikanya Taman Kehati sebagai taman observasi hayati. 

Sebelumnya, sejak diresmikan pada tahun 2014 lalu, diketahui ada kucuran dana yang tidak sedikit untuk menyulap tempat itu menjadi lahan konservasi. 

Sedikitnya, dikucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2015 senilai Rp 198 Juta. Kemudian dana dari APBD TA 2017 senilai Rp. 436 Juta, untuk pendirian gedung Galeri dan Area UKM oleh BLH Siantar.

Penulis: gee. Editor: edo.