Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Polisi Minta DNA Ronaldo untuk Ungkap Kasus Pemerkosaan

Las Vegas, hetanews.com - Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, diminta pihak kepolisian Las Vegas, Amerika Serikat agar segera melakukan tes DNA untuk ungkapkan kasus pemerkosaan menjeratnya.

Kasus pemerkosaan yang dilaporkan mantan kekasihnya asal Amerika Serikat, Kathryn Mayorga saat masih dalam peroses pihak kepolisian.

Mayorga mengaku menjadi korban pemerkosaan Ronaldo pada tahun 2009 lalu di sebuah apartemen di Las Vegas. Menanggapi permintaan tes DNA, pengacara Ronaldo, Peter S Christiansen, memastikan kliennya sangat menghormati proses ini.

“Ronaldo selalu menyatakan kasus di Las Vegas ini bersifat konsensual. Tidak mengherankan akan ada tes DNA,” kata Christiansen.

“Polisi akan membuat permintaan yang sangat standar sebagai bagian dari investigasi mereka,” ujar Christiansen menambahkan.

Sebenarnya, kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan kasus di luar pengadilan pada 2010.

Pihak Ronaldo membayar 375.000 dollar AS (sekitar Rp 5,601 miliar) sebagai uang tutup mulut atau agar kasus ini tidak dipublikasi.

Namun, Kathryn yang lama bungkam akhirnya melaporkan Ronaldo ke kepolisian karena merasa tertekan hingga ingin bunuh diri setelah kejadian tersebut.

Dalam laporannya, Kathryn menyertakan bukti catatan medis dan surat perjanjian tutup mulut yang dibuat pada 2010 itu.

Kasus pemerkosaan ini semakin ramai diperbincangkan setelah dimuat oleh salah satu media Jerman, Der Spiegel. Pihak Ronaldo bahkan berencana melaporkan Der Spiegel karena menyebarkan berita bohong dan merusak privasi.

sumber: sipayo.com

Editor: sella.