Tue 26 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Viral Presenter Berita Dimintai Foto Telanjang oleh Oknum yang Mengaku Dokter, Berkedok Penelitian

Presenter Berita Dimintai Foto Telanjang oleh Oknum yang Mengaku Dokter yang Berkedok Penelitian

Semarang, hetanews.com - Dana Paramita seorang presenter berita membagikan kisahnya saat diminta oleh rekan dokternya untuk mengirimkan foto telanjangnya bermodus 'penelitian'.

Kisah tersebut ia bagikan di akun Twitternya @paramitadana pada Sabtu (5/1/2019) dengan judul 'Hampir pap naked (kirim foto telanjang, -red) untuk penelitian 'mahasiswa kedokteran'".

Tweet tersebut telah di retweet oleh 19 ribu pengguna dan dikomentari oleh ratusan orang.

Awalnya, Dana dihubungi oleh kawan lamanya yang seorang dokter. Ia bernama Levina yang menempuh pendidikan jurusan Kedokteran di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah angkatan 2012.

Kedua kenal lantaran bertemu saat menjadi delegasi mewakili Undip ke ajang Harvard Model United Nations tahun 2015 lalu.

"Setelah itu cuma sesekali kontak, ketemu juga paling pas dia lagi main-main ke Jakarta," cuit Dana di laman akun Twitternya pada Sabtu (5/1/2019).

Kemudian Dana dichat oleh Levina melalui aplikasi Line dengan ID Levina. Singkat cerita kemudian Levina meminta tolong pada Dana untuk mengirim foto telanjangnya dengan alasan deadline (tenggat waktu- red).

Pelaku minta tolong korban untuk dijadikan risetnya yang berjudul 'Perbandingan Analisis Gizi dan Warna Kulit Wanita yang Sudah dan Belum Melahirkan'.

Ia terus memaksa Dana untuk mengirim foto telanjang tersebut. Namun sebelum memberi fotonya, kebetulan Dana menerima telepon dari sahabatnya yang juga seorang dokter.

"Entah kebetulan atau keberuntungan, temenku yg juga berprofesi dokter siang itu tiba-tiba telpon aku karna lagi ada perlu. Di ujung telfon, aku cerita ke dia kalo aku mau dijadikan sampling riset dengan foto hampir naked dengan hanya pake daleman," cuitnya.

Teman dokternya tersebut lalu melarangnya untuk mengirim foto tersebut.

"God is good, di saat itu juga temenku yg dokter ngelarang aku buat kirimin foto karna kata dia banyak case kayak gini dan ternyata itu cuman modus orang enggak bertanggungjawab buat dapetin foto cewe2 naked," cuitnya kembali.

Dana kemudian menghubungi Levina melalui WhatsApp, kemudian Levina asli menegaskan bahwa chat tersebut bukanlah dari dirinya.

Sahabat-sahabat Levina pun banyak yang sudah menjadi korban. Setelah itu Dana baru sadar jika Line Levina ada dua, Levina pun mengaku bahwa dirinya sudah lama tidak memakai Line. Dana kemudian mengerjai balik si penipu tersebut dengan mengirim gambar-gambar 'lucu' agar si penipu kesal.

Setelah dikirimi gambar oleh Dana, pelaku kemudian menghapus akun tersebut. Dana pun lantas memberi pesan pada para wanita untuk tidak mengirimkan foto apapun pada siapapun termasuk teman sendiri dengan alasan penelitian.

Sesuai aturan, jika mahasiswa yang bersangkutan hendak melakukan penelitian seperti di atas, harus ada lembar informed consent yang perlu ditandangani antara kedua belah pihak.

"Ini kata temenku yg dokter tadi. Correct if am wrong ya. Poin yg mau aku sampaikan di sini adl supaya temen2 bisa lebih hati-hati karna korbannya udah banyak. Teliti dan konfirmasi dulu dengan orang yg paham di bidangnya," imbaunya.

Ia juga berterimakasih pada teman dokternya yang telah menghubungi dan memberi saran tadi.

sumber: tribunnews.com

simak videonya 

Editor: sella.