Tue 26 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Heboh di Asahan Saat Wabup Hadiri Pelantikan GM Pujakesuma, Peserta & Undangan Bubar

Tampak banyak kursi kosong setelah peserta dan undangan acara membubarkan diri. (foto/ren)

Asahan, hetanews.com – Suasana acara Pelantikan GM Pujakesuma Asahan di Pendopo, Jalan Jenderal Sudiman, Kisaran, sebelumnya berlangsung dinamis mendadak berubah.  Warga dan undangan membubarkan diri saat rombongan Pemkab dipimpin Wakil Bupati H Surya hadir di acara.

Acara ini digelar pada Rabu (9/1/2019) kemarin. Hadir dalam acara Presiden Pujakesuma, H Suratman, Kapolres dan Wakapolres serta PJU Polres Asahan. Pimpinan OPD (Organisasi Pimpinan Daerah) Pemkab Asahan dan sejumlah Calon Legislatif (caleg) Kota dabn Provinsi Sumut.

Adanya sambutan kurang hangat dari peserta dan undangan saat rombongan Pemkab hadir, disaat yang sama protokol acara mencoba menginstruksikan hadirian tidak beranjak dari kursi yang telah disediakan.

"Masuklah kita, acara selanjutnya kata sambutan yang disampaikan oleh Bupati Asahan yang dalam hal ini Wakil Bupati Asahan, Bapak H Surya dan kami harap kepada ketua-ketua kecamatan (GM Pujakesuma, red) agar mengkondisikan anggota supaya tidak pulang dulu, karena masih banyak rangkaian acara, dan kepada petugas pengamanan agar menutup pintu pagar depan,” kata protokol.

Acara pelantikan GM Pujakesuma di Asahan. (foto/ren)

Sementara itu, salah satu kader Pujakesuma asal Kecamatan Bandar Pasir Mandoge mengatakan bahwa acara yang mulanya bersifat sakral dan menjunjung tinggi norma serta nilai-nilai leluhur, namun 'ternodai' oleh oknum-oknum yang sengaja mengambil kesempatan.

Ia mengibaratkan 'sambil menyelam minum air' atau dalam bahasa awam, dimanfaatkan sebagian elit untuk memkampanyekan dan mempromosikan diri sebagai calon wakil rakyat yang meliputi DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota.

"Acara kegiatan ini sudah tak steril lagi, dan saya kemari bukan bawa GM Puja Kesuma (kaum muda, red) tapi lebih ke Puja Kesumanya (kaum tua, red) banyak muatan kepentingan disini, dari yang kita lihat bersama secara terang-terangan mereka mempertontonkan yang seolah-olah mereka (para pengurus inti, red) haus akan kekuasaan dan jabatan, saya selaku orang yang hampir 35 tahun mengabdikan diri pada pujakesuma ini merasa miris melihat laku para elit-elit yang mengatasnamakan Puja Kesuma seakan-akan dialah orang yang paling berperan diorganisasi yang sejak jaman Belanda dulu sudah ada", ujar pria yang menolak namanya dicatut.

Para Caleg Kabupaten-Kota-Provinsi Sumut yang hadir dalam acara. (foto/ren)
Penulis: ren. Editor: bt.