HETANEWS

10 PNS Terpidana Korupsi, 6 Orang Dipecat Tidak Hormat

Kepala BKD Siantar, Zainal Siahaan. (foto/gee)

Siantar,hetanews.com - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Siantar, Zainal Siahaan, mengatakan, pihaknya telah menindak lanjuti Surat Keputusan 3 Menteri (SKB 3 Menteri).

SKB 3 Menteri itu dalam hal penjatuhan sanksi, berupa pemberhentian tidak hormat kepada PNS yang dijatuhi hukuman, berdasarkan keputusan pengadilan berkekuatan tetap (mantan terpidana/korupsi), karena telah melakukan kejahatan jabatan. 

Zainal mengatakan, sebanyak 6 orang PNS di lingkungan Pemko Siantar telah diberhentikan secara tidak hormat. Ia juga mengatakan, ada lagi 6 PNS yang diberhentikan dengan hormat. 

Baca juga: Wali Kota Siantar Belum Tindak Lanjuti SK 3 Menteri

Zainal menjelaskan, 6 PNS yang diberhentikan secara tidak hormat itu tidak diberikan gaji pensiun. Sementara 6 PNS yang diberhentikan secara hormat masih diberi gaji pensiun. 

"Yang diberhentikan dengan hormat dapat hak pensiun. Pemecatan secara hormat mereka itu, alasannya bermacam - macam, ada yang kerja di luar negeri, makanya ga masuk kerja. Kalau pemecatan tidak hormat itu masalah hukum,"jelas Zainal, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Hefriansyah Serahkan SK pada Fatimah Siregar, Pardamean Silaen Jabat Plt Kepala Disporabudpar

Kepala BKD ini menolak menyebut ke-12 PNS yang diberhentikan tersebut. Namun ia mengatakan, 6 PNS yang dipecat secara tidak hormat itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara (SKB 3 Menteri).

Informasi yang dihimpun sebelumnya, ada sebanyak 10 orang PNS di Kota Siantar yang pernah dinyatakan terjerat kasus korupsi.

Ke- 10 PNS itu, antara lain, Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Bendahara, Kepala Tata Usaha, Pensiun serta Non Job dari PNS. Mereka juga masih menerima gaji pensiun dan gaji pokok PNS seperti sediakala.

Ke-10 PNS Kota Siantar yang pernah divonis bersalah merugikan keuangan Negara, antara lain:

1. FS korupsi pengadaan ambulans saat menjabat sebagai Kabag Umum Pemko Siantar. FS masih dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Siantar. 

2. VESS divonis korupsi saat menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Saat ini nonjob dari PNS.

3. WBL divonis saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Siantar. Saat ini nonjob dari PNS.

Baca juga: Kepala BKD Siantar Tutupi 5 ASN Mantan Koruptor

4. JASG divonis saat menjabat Kadis Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Siantar. Telah pensiun dari PNS.

5. EN divonis saat menjabat sebagai Bendahara Dispenda. Telah nonjob dari PNS. 

6. AR divonis bersalah saat menjabat  sebagai Kadis Kesehatan Siantar. 

7. JS dinyatakan korupsi saat menjabat sebagai Kadis Kebersihan. Saat ini juga sudah nonjob dari PNS. 

Baca juga: Begini Tanggapan Wali Kota Siantar Terkait SKB 3 Menteri

8. PS  dinyatakan korupsi saat bersalah korupsi. PS merupakan mantan Pelaksanatugas Kadis Kebersihan dan Perhubungan. Saat ini telah nonjob dari PNS.

9. VS  dinyatakan korupsi pengadaan trafic light saat itu menjabat sebagai Kadis Perhubungan Kota Siantar. Saat ini pensiun dari PNS.

10. JS merupakan koruptor pengadaan Bahan Bakar  Minyak (BBM) untuk operasional mobil. Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Tata Usaha Dinas PU Siantar. JS merupakan abang kandung dari mantan Wali Kota Siantar, RE Siahaan. 

Penulis: gee. Editor: gun.