Fri 22 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kedapatan Merokok dan Bawa Sajam, Pelajar Ini Ngaku Anak Aparat

NT, siswa SMK Nusantara Syahkuda Bukit Maraja Kabupaten Simalungun ketika diamankan petugas Satpol PP. Dari tasnya ditemukan senjata tajam, Jumat (11/1/2019). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com – NT, seorang laki-laki berstatus pelajar, diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Siantar, Jumat (11/1/2019), pukul 12.00 WIB, di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat.

Pemuda yang masih belasan tahun ini, kedapatan sedang menghisap rokok dan saat digeledah, ia membawa senjata tajam (sajam).

Saat diinterogasi petugas, NT yang mengaku Siswa SMK Nusantara Syahkuda Bukit Maraja, Kabupaten Simalungun ini, menyebutkan sajam yang ditemukan itu  bukan miliknya, melainkan milik orang tuanya.

"Itu punya bapak yang bertugas di Kodim 0207 Simalungun. Semalam bapak mengawal uang dari Bank, bapak pakai tas saya," ucapnya.

Mendengar penuturan NT, petugas Satpol PP tak langsung percaya dan menyampaikan, “seorang siswa tidak mungkin membawa tas kecil seperti ini”. Namun begitu, NT tetap bersikukuh kalau tas yang berisi pisau itu miliknya.

"Tas saya pak bukan tas bapak saya," ujar NT yang langsung diboyong ke kantor Satpol PP untuk dimintainya keterangan.

Sembari menuju ke kantor Satpol PP, NT mencetuskan, bahwa orang tuanya seorang prajurit yang bertugas di Korem Simalungun.

NT yang masih labil, mengubah pernyataannya dan kali ini, orang tuanya bertugas di Koramil 08 Bangun.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Siantar, Provinsi Sumatera Utara, Darwin Erikson Purba  melalui Admin SMK, Rudi Gunawan yang ditemui di kantor Satpol PP menyampaikan, pihaknya akan tetap memantau NT.

"Kita tetap pantau dia (NT). Tentu kita akan berkoordinasi dengan pihak SMK Nusantara. Mudah-mudahan kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi," ujarnya.

Dari kejadian ini, Rudi menyayangkan prilaku NT, siswa kelas XII yang sebentar lagi akan melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Paman NT yang datang sebagai penjamin di Kantor Satpol PP, membenarkan bahwa orang tuanya benar bertugas sebagai tentara.

"Orang tuanya memang seorang tentara. Tapi bukan jaminan karena tentara, tetap nanti NT ini akan dibina di rumah," ungkapnya.

Usai dijamin pamannya, pihak Satpol PP tetap menyita sanjata tajam yang dibawa NT.

"Kita kembalikan ke keluarganya. Tetapi untuk sajamnya tidak, ini kita tahan sebagai barang bukti,"pungkas petugas.

Penulis: hza. Editor: gun.