HETANEWS

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Kembali Pelaku Illegal Logging

Lokasi hutan di Tele Samoair yang digunduli mafia illegal logging. (foto/stm)

Samosir,hetanews.com- Pasca lepasnya sejumlah pelaku pembabat hutan illegal (illegal logging) di Hutan Tele, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, banyak pihak menyesalkannya, termasuk para aktivis lingkungan di kawasan Danau Toba.

Salah satunya disampaikan aktivis lingkungan Jendela Toba, Mangaliat Simarmata ketika dikonfirmasi media ini, pada Kamis (10/1/2019) melalui selulernya.

"Saya sangat menyesalkan lepasnya sejumlah pelaku illegal logging di Hutan Tele, Harian itu. Barusan saya bertelepon kepada Bapak Kapolres Samosir dan bermohon agar segera menindak secara hukum para pelaku perambah hutan, di Hutan Tele, Samosir," ujar Mangaliat Simarmata, penuh kesal.

Kayu olahan illegal logging yang siap diangkut ke  truk saat pihak kepolisian dan TNI di lokasi saat pengerebekan. (foto/stm)

Menurutnya, pihak kepolisian tidak akan sulit menangkap kembali pelakunya, karena sudah jelas diketahui identitas para pelaku. " Bahkan barang - barang bukti sudah sangat cukup untuk itu, antara lain hutan yang dirambah sudah jelas, truk, beko, dan alat perlekengkapan lainnya," tambahnya.

Dia pun menuding  perbuatan tersebut biadab karena banyak oran telah mengetahui, bahwa hutan penyangga di Kawasan Danau Toba (KDT ) sudah sangat kritis dan baru terjadi banjir dan longsor di 7 (tujuh) titik kawasan Danau Toba yang telah menimbulkan banyak korban jiwa, perumahan hancur serta perladangan para petani hancur yang pada akhirnya kegiatan Natal dan Tahun Baru terganggu. Sehingga menghalangi para wisatwan untuk melakukan liburan ke kawasan Danau Toba.

Sementara itu, mantan Kepala Departemen Diakonia HKBP yang juga pemerhati lingkungan, Pdt.Nelson Siregar S.Th menyesalkan dan menyindir para stakeholder yang lemah dalam pengawasan dan perlindungan hutan, di kawasan ini.

Alat berat di lokasi  saat melakukan aktifitas merambah pohon, di hutan Tele Samosir. (foto/stm)

"Apa yang bisa kita lakukan, penebang pohon tetap beroperasi, sepertinya tidak ada hambatan dan orang sekampung tak ada yang risih, jalan rusak pun hanya beberapa orang yang menggerutu. Kita lemah mengorganisir kekuatan perlawanan, politik akomodatif masih tetap berjalan. Dalam konteks ini, memang pemerintah sangat toleran dengan pengusaha perusak hutan dan pembantai pohon," ujar Nelson Siregar dalam komentarnya di akun facebook.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi illegal logging atau penebangan liar telah terjadi di kawasan hutan, di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. 

Namun disayangkan, sejumlah pelaku yang sudah sempat diamankan tim dari unsur pimpinan Kecamatan Harian, berhasil kabur. 

Camat Harian, Roberthon Manik, mengatakan, penebangan liar ini diketahui dari laporan warga tentang aktivitas itu, di areal penggunaan lain (APL) hutan Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian. Berdasarkan laporan itu, pejabat unsur pimpian kecamatan, termasuk kepolisian dan TNI turun ke lokasi.

Penulis: stm. Editor: gun.