Fri 22 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Terima Kucuran Dana, Taman Kehati Terlantar

Pintu masuk Taman Kehati Siantar. (foto/gee)

Siantar,hetanews.com- Taman Keragaman Hayati atau Taman Kehati Kota Siantar saat ini kondisinya tidak terurus. Padahal, tujuan tempat dibangun sebagai lahan konservasi.

Kepala BLH Kota Siantar, Jekson Hasan Gultom, belum dapat memberikan penjelasan mengenai pengelolaan Taman Kehati. Lewat sambungan telephone, Jumat (11/1/2019), Jekson mengatakan, dirinya sedang sibuk. 

"Aku lagi sibuk, nantilah ya," tutupnya.

Taman Kehati semula adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Bah Bolon yang terletak di depan rumah dinas Wali Kota Siantar, Jalan Kapten M.H Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat.

Bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Aliran Sungai Wampu Ular, Balai Diklat Kehutanan Siantar dan BLH Kota Siantar, menyulap tempat itu menjadi Taman Kehati.

Sejak diresmikan pada tahun 2014, lalu, diketahui ada kucuran dana yang tidak sedikit untuk menyulap tempat itu menjadi lahan konservasi. 

Sedikitnya, dikucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2015 senilai Rp 198 Juta. Kemudian dana dari APBD TA 2017 senilai Rp. 436 Juta, untuk pendirian gedung Galeri dan Area UKM oleh BLH Siantar.

Baca juga: Menilik Kondisi Taman Kehati, Tak Terurus Hingga Bangunan Terlantar

Selain itu, masih ada sejumlah proyek pembangunan yang ditemui, semisal pembangunan tembok penahan (Turap) senilai Rp.173 Juta bersumber dari APBD Kota Siantar TA 2018.

Meski memakan biaya yang sedikit, kondisi Taman Kehati saat ini sangat memprihatinkan. Sejumlah fasilitas yang dibangun untuk tempat itu terlantar dan tidak difungsikan.

Taman Kehati yang diperuntukkan sebagai pusat pelestarian tanaman, khususnya tanaman langka yang ada di Indonesia. Namun kini menjadi semak belukar yang tidak terawat.

Bahkan beberapa tahun belakangan ini, Taman Kehati sudah ditutup. Seiring dengan dijadikanya tempat itu sebagai tempat bermesraan para remaja.

Penulis: gee. Editor: gun.