Tue 26 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Ini Asal Usul 2 Unit Truck yang Diamankan dari Serbelawan

Mangkuaman Purba (43) (mengenakan baju liris-liris) dan Anjasmara (38), pemilik truck mengenakan baju lengan panjang, Rabu (10/1/2019). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com - Dua truk colt diesel BK 8437 YM dan BK 8430 TM yang diamankan unit kejahatan dan kekerasan (Jatanras) Sat Reskrim Polres Siantar dari Sebelawan, Kabupaten Simalungun, ternyata berdasarkan laporan dari Mangkuaman Purba (43), warga Dusun VI, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Sesuai dengan Laporan Polisi bernomor ; LP/543/XII/2018/SU/STR Tanggal 26 Desember 2018.

Mangkuaman, melaporkan dua orang pria, yakni, Zulkarnain dan Gunawan yang mana keduanya melakukan pencurian dengan kekerasan, pada Rabu  (26/12/2018), sekira pukul 23.00 WIB, lalu, di Jalan Medan, Simpang Kapuk, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Kata Mangkuaman, Zulkarnain lah yang datang ke Simpang Kapuk, Jalan Medan dan memaksa kedua supir, Jepri (31), warga Serbelawan dan Budi (26), warga Tebingtinggi. Keduanya dipaksa membawa ke gudang miliknya di Serbelawan, ketika lagi bekerja.

Lanjut Mangkuaman, dua truck yang kini diamankan Polres Siantar dari gudang milik Zulkarnain, bukanlah miliknya seutuhnya, melainkan mengontrak kepada dua orang, yakni, Samidi (43), warga Kecamatan Sei Rampah dan Anjasmara (38), warga Kecamatan Perbaungan.

"Truck colt diesel BK 8437 YM, saya kontrak dari Anjasmara lengkap dengan surat kontrak. Truck colt diesel  BK 8430 TM, saya kontrak dari Pak Samidi, lengkap juga dengan surat kontraknya," ujar Mangkuaman Purba (43), saat ditemui, kamis (10/1/2019) siang, di Lapangan Merdeka Siantar.

Tak hanya itu saja, Mangkuaman Purba kembali mengungkapkan, kalau ia tidak ada memiliki urusan apapun, bahkan tidak mengenal Zulkarnain yang telah mengambil dua truck yang dikontraknnya dengan menyuruh supir mengantar ke gudangnya, di Serbelawan.

"Si Anjarmara yang memiliki urusan utang piutang dengan Zulkarnain. Tapi aku yang menjadi korban disini, kontrak ku gagal gara-gara masalah ini," ucapnya.

"Saat polisi mengambil kedua trcuk itu dari gudang si Zulkarnain di Serbelawan, hari Selasa (8/1/2019) aku ikut. Zulkarnaen dan Gunawan juga ikut dibawa ke Polres Siantar, tapi sore harinya mereka berdua dipulangkan. Katanya Kanit, ada yang menjamin mereka," ungkapnya.

Baca juga: Polres Siantar Amankan 2 Truk, Pelapor dan Terlapor Ada Hubungan Keluarga

Selain itu, ketika Mangkuaman Purba mendatangi Zulkarnain untuk meminta dua truck yang dikontraknya itu tidak dikasi oleh Zulkarnain.

"Kalau mau kau, bayar lah Rp 150 juga. Baru ku kasi trucknya. Begitu jugak pak Samidi, pemilik truck yang ku kontrak darinya. Pak Samidi datang ke sana untuk memintak trucknya, tapi tidak dikasi sama Zulkarnain," ujarnya.

Terpiasah, Mangkuaman berharap kasusnya yang menimpanya saat ini agar cepat terselesaikan. "Semoga kasunya cepat selesai dan tidak ada yang ditutup-tutupi," pintanya.

"Sempat jugak, Polisi minta surat-surat truck itu. Katanya truck itu dicurigai. Tapi setelah diberikan surat-suratnya, baru mereka percaya," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.