Thu 21 Feb 2019

Parkir Bahu Jalan Dilarang, Ketua SBSI: Kasihan Jukir Terganggu Cari Makan

Ketua SBSI Siantar, Ramlan Sinaga (kedua dari kanan) bersama Para Jukir yang bertugas di Jalan Sutomo Ujung.

Siantar, Hetanews.com - Hingga saat ini belum ada penjelasan dari Dinas Perhubungan (Dishub) mengenai adanya larangan parkir di bahu jalan oleh Polisi Resor Siantar.

Ketua Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) Kota Siantar, Ramlan Sinaga mengatakan, pelarangan parkir di bahu jalan itu mengakibatkan Juru Parkir (Jukir) tak mampu menutupi biaya setoran.

"Kasihan mereka (Jukir), karena persoalan tutup menutupi itu terganggu Jukir mencari makan," kata dia, Kamis (10/1/2019).

Seperti yang diungkapkan oleh Ancon Sihombing (40), salah seorang Jukir di seputaran Jalan Sutomo, depan Bank Mestika. Ia dan 5 orang Jukir lainya harus memberi setoran ke Dinas Perhubungan setiap harinya.

Sementara lahan parkir bahu jalan yang mereka kelola dari simpang Jalan Sudirman sampai ke Bank Mestika, sudah ditandai pelarangan parkir. 

Baca juga: Polisi Buat Larangan Parkir, Jukir Kesulitan Cari Setoran

Dengan itu, setoran harian senilai Rp.141 ribu hingga Rp.320 ribu ke Dishub tak dapat terpenuhi. "Kami gak tau kalau ada larangan parkir itu, karena gak disampaikan, gak sosialisasi ke kami," ujar Ancon.

Ketua SBSI Siantar, Ramlan Sinaga menambahkan, dengan adanya keluhan Jukir tersebut, pihaknya berharap persoalan ini dapat diselesaikan oleh Dishub.

"Kita mohon seminggu ini, itu diselesaikan. Kemudian kita evaluasi lagi, kemudian kita kordinasikan ke par Jukir," ungkapnya. 

Ramlan menyarankan kepada Jukir yang lahan parkir mereka terdapat pelarangan, supaya menyampaikan hal itu ke Dinas Perhubungan. Dengan itu, setoran Jukir yang telah ditetapkan itu, tidak menyukitkan para Jukir.

Penulis: gee. Editor: edo.
Komentar 2
  • Resman Htbrt
    Paling aktif lagi tuh parkir nya.
    Kalo kasihan sama juru parkir nya, carikan dia kerja lah, jgn hak pejalan kaki jadi korban.
  • Resman Htbrt
    Bodoh atau pura2 bodoh ????
    Anak SD aja tau kepentingan umum lebih diutamakan drpada kepntngan perorangan. Yg lebih kau pentingkan nya juru parkir mu itu dripada kami masyarakat umum? Palak awak dibikin bahhh...