Mon 18 Feb 2019

Ini Penjelasan Kepala Cabang ESDM Wilayah III, Terkait Longsor Siduadua

Kepala Cabang ESDM Wilayah III Sumut, Ir Leo Lokulisa Sihaloho (baju merah) saat tengah memberikan penjelasan terkait longsor di Jembatan Siduadua. (foto/pranoto)

Simalungun,hetanews.com- Tindakan reboisasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim, di Nagori Bangun Dolok, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Ini mengingat kontur tanah, di wilayah tersebut, dimungkinkan masuk kategori entisol/inceptisol (sangat peka terhadap erosi), sesuai dengan hasil sebuah penelitian yang diterbitkan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kepala Cabang ESDM Wilayah III Sumut, Ir Leo Lokulisa Sihaloho, kepada hetanews.com, Kamis (10/1/2019), mengatakan, daerah jembatan Siduadua merupakan kawasan sekmen area.

Baca juga: Bukit Simarbalatu Rawan Longsor, BPBD dan KPH Siantar Harus Berperan Aktif

Menurutnya, daerah tersebut merupakan tempat tangkapan air dan persoalan longsor ada kaitannya dengan hidrologi air.

"Persoalan sebenarnya terkait dengan hidrologi air. Artinya dari hulu ke hilir, jumlah debit air seharusnya tetap sama. Nah yang terjadi di Siduadua, bila musim hujan debit air tinggi, sedang musim kemarau menjadi kering," paparnya.

Ia menambahkan, solusi yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan melakukan penghijauan di kawasan tersebut. 

"Seharusnya tidak boleh ada perladangan di atas jembatan Siduadua, namun kita sebagai pemerintah tidak dapat serta merta melarang masyarakat karena itu sumber penghidupan masyarakat, namun yang paling krusial ialah masyarakat dan pemerintah sama sama sadar untuk melakukan penghijauan," ujarnya.

Penulis: pranoto. Editor: gun.