Tue 26 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Pengeroyokan di Jalan Melanthon Siregar, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Dua pelaku pengeroyokan terhadap Ronal saat diamankan di Polsek Marihat. (foto/hza)

Siantar,hetanews.com - Buntut dari aksi pengeroyokan di Jalan Melanton Siregar, Kecamatan Siantar Marihat, Selasa (8/1/2019) malam lalu, menuai titik terang, Kamis (10/1/2019) siang.

Unit Reskrim Polsek Siantar Marihat, akhirnya menetapkan dua orang tersangka, yakni, Bryan Talenta Pandiangan dan rekannya, Jimmy P Siahaan.

Kedua pria tersebut merupakan warga Medan yang turut melakukan penganiayaan terhadap korban, Ronal Natipulu, yang juga warga Medan.

Kapolsek Siantar Marihat, AKP Rudi Lapian yang dikonfirmasi wartawan, menyampaikan, pasca korban membuat laporan, pihaknya ada menetapkan dua orang tersangka.

"Korban jadi melapor. Bryan Talenta Pandiangan dan rekannya, Jimmy P Siahaan ditetapkan tersangka. Sementara duo rekan mereka yang turut melakukan penganiayaan, masuk DPO," ujar Rudi, Kamis (10/1/2019).

Sebelumnya diberitakan, lima sekawan asal Kota Medan berkelahi di Siantar, hingga satu pria mengalami luka-luka.

Akibat kejadian itu, warga yang tinggal di Jalan Melanthon Siregar, Kecamatan Siantar Marihat itu,  menjadi heboh, Selasa (8/1/2019) malam, yang mana empat pria warga Kota Medan itu pun mengeroyok rekan mereka, hingga wajahnya berdarah.

Baca juga: ni Penyebab Lima Sekawan asal Medan Berkelahi di Siantar, Satu Orang Luka - luka

Korban dari pengeroyokan tersebut, bernama Ronal Natipulu yang juga warga Medan.

"Awalanya kami sama berangkat dari Medan ke Siantar berniat jual mobil. Tapi mereka mengeroyok aku dan harus membayar semua uang rental mobil," ungkap Ronal, di Polsek Marihat dengan wajah mengeluarkan darah.

Mendengar penuturan Ronal, Jimmi yang diketahui warga Marendal Medan ini membantah perkataan Ronal. "Memang sama kami dari Medan, tapi sampai ke Siantar duitnya tidak ada. Mau pulang ke Medan aku tak uang. Jadi kami paksa si Ronal naik ke mobil ku sama," ujar Zimi.

Sambung Jimmi, mereka berempat geram melihat Ronal lantaran karena merasa tertipu sudah menunggu 5 jam lamanya.

"Kami mau ikut ke Siantar karena si Ronal yang membiayai semua oprasionalnya dan gaji kami. Katanya si Ronal lagi menunggu tantenya pulang dari pajak untuk membayar semua biaya oprasional, rupanya tidak ada juga,"ungkap kepada petugas ketika dimediasi.

Penulis: hza. Editor: gun.