Fri 22 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hakim Tak Sependapat dengan Jaksa, Kok Hukumannya Sama?

Terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun,hetanews.com - Hanafi Tanjung alias Napi (26), sebagai operator warnet, dibui 4 tahun denda Rp.900 juta, subsider 3 bulan, di PN Simalungun, Kamis (10/1/2019).

Majelis hakim, pimpinan Roziyanti, berdalih tidak sependapat dengan JPU Viktor Purba, yang sebelumnya, juga menuntut  pidana 4 tahun penjara tanpa denda.

Jaksa mempersalahkan terdakwa dengan  pasal 127 (1) huruf  a UU RI.No.35/2009 tentang narkotika. Sedangkan hakim, mempersalahkannya dengan pasal 112 (1) UU RI  No.35/2009 tentang narkotika.

Terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun, Parlin Saragih dkk, pada Minggu, 22 Juli 2018, di warnet milik Paiman Tumanggor, di jalan Kauman Huta I Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas.

Dari saku celana, ditemukan sepaket sabu seberat 0,16 gram. Warga Huta I Kecamatan Gunung Maligas ini, mengakui, sabu tersebut adalah milik Dimas (DPO) yang dibeli terdakwa dari Tompel (DPO).

Kepada polisi, terdakwa juga mengakui, tidak tahu alamat Tompel, karena berhubungan lewat handphone dan sepakat transaksi, di jalan Majapahit Siantar. Sabu dibeli seharga Rp.200 ribu.

Penulis: ay. Editor: gun.