HETANEWS

2023 Sport Centre Ditarget Selesai, Sekda Bilang Ini Kendalanya

Sekda Provinsi Sumatera Utara, Hj. Sabrina.(foto/david)

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut, Sabrina menargetkan tahun 2019 ini permasalahan lahan 200 hektar eks PTPN II yang akan dijadikan sport center tersebut akan selesai. Menurutnya saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah melakukan permohonan untuk mendapatkan tanah tersebut.

"Kalau rencana kita sudah mintakan tanahnya 200 hektar dan ini sudah ada titik temu kita dimana kira-kiranya, dan ini akan kita proses lagi, kita bermohonkan," kata Sabrina, pada awak media di gedung paripurna DPRD Sumut, Rabu (9/1/2018).

Setelah permohonan telah disetujui, Sabrina mengatakan, akan ada tahap pematokan tanah yang akan dilakukan oleh Balai Pertanahan Nasional (BPN). 

"Kalau permohonan kita sudah disetujui tentu akan ada langkah-langkahnya lagi dengan BPN dan panitia lainnya. Seperti pematokan tanah," ucapnya.

Kemudian, lanjutnya, akan ada penilaian (apresia) terhadap tanah tersebut, lalu dilanjutkan dengan sosialisasi. Sabrina juga mengatakan, bahwa jalan mendapatkan lahan masih panjang.

"Berikutnya ada sosialisasi, kemudian setelah itu kita mintakan apresainya lagi, berapa nilainya dan langkahnya masih panjang," katanya.

Sabrina juga mengatakan, bahwa setelah proses permohonan telah terlaksana dan mendapatkan lampu hijau, pihaknya akan melanjutkan dengan melakukan pembayaran.

"Setelah itu, kita mintakan pembayar, tapi sebelumnya kita mintakan izin untuk penghapusbukuan," ujar Sabrina.

Namun hingga saat ini permasalahan lahan belum juga terealisasikan, menurut Sabrina pengukur akan dilakukan tetapi belum pada saat ini.

"Diharapakan cepat terlaksana dan pengukuran belum selesai semuanya itu, kita mau lahan eks PTPN II dan sedang diukur dulu," katanya.

Pemilihan tempat eks PTPN II, sambung Sabrina, agar mempermudah akses para atlet yang datang dari luar provinsi ke kompleks sarana olahraga tersebut.

"Pembangunan biar dekat dengan bandara, karena ini satu kawasan olahraga," ucap.

Pemerintah provinsi Sumatera Utara menargetkan tahun ini pembebasan lahan sudah selesai. Kemudian, Sabrina menyebutkan, akan segera melakukan pembangunan.

"Rencana tahun ini target kita pembebasan lahan, artinya sudah bisa kita kuasai, kemudian kita bisa bergerak kepada desain semua pembangunan," ujarnya.

Namun Sabrina belum bisa mengatakan anggaran yang akan dikucurkan pihaknya untuk itu. Pihaknya masih menunggu proses-proses permohonan pendapatan hak atas tanah tersebut.

"Untuk anggaran itu tergantung nanti apa namanya, berapa nilai afresal saat ini kita tengah menganggarkan biaya proses untuk proses pengadaannya. Misalnya, dana untuk pengukuran sosialisasi ada beberapa hal," ucapSabrina.

Sekda perempuan pertama  di Sumut ini juga mengatakan bahwa kelambatan mendapatakan Hak Guna Usaha (HGU) tanah tersebut terjadi dikarenakan beberapa faktor, terutama pada kepemilikan surat hingga penggarap.

"Untuk kendala selama ini belum kita temukan, kitakan tahu kok permasalahan tahan kan sudah bisa kira-kira melihat apa-apa saja yang memungkinkan, tapi itukan belum pasti ada, bisa saja dalam suatu tempat itu clear tanahnya. Tapi biasanya malah lahan ini, ada penggarap ada yang surat misalnya tertumpah tindih," ucapnya 

Sesuai arahan Gubenur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, yang diteruskan Sabrina mengatakan, bahwa target selesai pembangunan kompleks olahraga ini pada tahun 2023.

"Target dari Pak Edy tahun 2023 itu harus sudah selesai pembangunannya, jadi jangan nanti tahun 2024 itu kita tergopoh-gopoh. Jadi mulai dari sekarang kita desain semuanya," ujarnya.

Diketahui pula Sumatera Utara dan Aceh akan menjadi tuan rumah PON 2024, kemudian untuk cabang olahraganya (cabor) sendiri, masing-masing dibagi dua dari total 56 cabor.

"Kita kemungkinan dapat 28 cabang olahraga total 56 kita bagi dua dengan Aceh juga melaksnakannya ini," pungkas Sabrina.

Penulis: david. Editor: anto.