Wed 24 Apr 2019

Puluhan Member Arisol di Karo Ancam Adukan Owner ke Polisi

Karo, hetanews.com – Puluhan member arisan online ‘Terang Ersinalsal’ di Kabupaten Karo ngaku tertipu hingga ratusan juta rupiah. Mereka pun mengancam bakal owner arisol berinsial FHP alias Ame Nuhar ke polisi jika tak kunjung mengembalikan duit mereka.

Informasi diperoleh, Arisol ini tak hanya menawarkan uang, namun juga arisan baju, handphone, emas hingg berlian. Sistem pembayarannya ada yang menurun dan flat. Artinya siapa yang mengambil nomor atas, maka dia harus membayar lebih banyak daripada member dibawahnya.

 “Dibulan Oktober sudah tidak ada lagi pencairan kepada member yang narik. Dana anggota arisan ditahan owner, sehingga kami meminta uangnya dikembalikan saja. Tapi pemilik arisan ini sudah menghilang entah kemana. Facebook dan hp-nya sudah tidak aktif lagi,” ujar salah seorang member, Clara Simangunsong (30) kepada wartawan, Rabu (9/1/2019) di Kabanjahe, Karo.

Apa yang disampaikan Clara diamini korban lainnya. Menurut mereka arisol ini diikuti warga dari Kabanjahe hingga Medan. Jumlahnya mencapai 1007 anggota.

Mereka menjelaskan, jika owner mengelabui para member ini dengan cara menggunakan nama beberapa member palsu untuk membuat testimoni seolah member nomor atas yang sudah cair tidak membayar arisan hingga jatuh tempo. Owner juga memanipulasi arisan menjadi sistem lelang.

Dikatakannya, jika owner belum ada niat baik untuk mengembalikan uang, kasusnya akan dibawa ke jalur hukum yang disertai beberapa bukti transfer rekening.

“Jika sampe bulan Januari ini pun tak ada niat baiknya, kita akan melaporkannya ke polisi. Kuasa hukum akan kita ambil, agar dapat mendesak kepolisian untuk menangkapnya. Jangan dia pikir setelah kabur sudah bebas. Kalau memang mau kabur, jangan tanggung-tanggung eskalian aja ke luar negeri,” ketus Clara dengan nada geram.

 “Ame Nuhar sering bilang melalui inboksnya, jangan takut kita takut ikut arisan yang dikelolanya. Karena dia masih bersaudara dengan istri salah seorang Ketua OKP Kabupaten Karo. Bahkan pernah dia bilang jika dirinya dengan istri Ketua OKP itu sama-sama sedang berbisinis jual beli tanah di medan,” tambah salah seorang korban.

Terpisah, informasi yang didapat dari Polres Karo, nama-nama grup arisan online yang sedang marak di media sosial facebook khususnya di Karo sudah ditangani kepolisian.

“Kita masih menyelidiknya, jadi bagi para korban yang ikut arisan di grup arisan online jangan enggan melaporkannya ke polisi. Kalau bukti-bukti lengkap dalam laporan, pasti kita tindaklanjuti karena ini sudah modus penipuan. Mata rantai harus diputus agar jangan ada lagi korban-korban lainnya,”sebutnya.

Disebutkannya, jika laporan penipuan arisan online sudah ada yang masuk ke Polres Karo. Ada beberapa nama owner yang sudah didata diantaranya ARG berdomisili di Bogor, NA karyawan Cafe di berastagi dan suaminya RS.

“ Ada juga nama-nama owner arisol yang baru masuk kemarin. Itu belum kita selidiki. Jadi kita masih menunggu laporan resmi dari para korban,” ujarnya.

Penulis: charles. Editor: bt.