Wed 24 Apr 2019

Kapolres: Terlalu Minus PAD Dari Sektor Parkir Bahu Jalan

Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu (Kanan) didampingi Waka Polres Siantar, Kompol Amakhoita Hia (kiri) memberi penjelasan kepada wartawan, Selasa 8 Januari 2019. (foto: M. Hamzah Harahap)

Siantar, hetanews.com - Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu memberi penjelasan terkait larangan parkir di bahu Jalan Sutomo. Kapolres mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah komunikasi dengan Dinas Perhubungan.

AKBP Heribertus, diwawancarai usai memimpin rapat pelaksanaan anev dan press relase penanganan kasus selama tahun 2018 di Aula Widya Satya Brata Mako Polres Siantar, Selasa (8/1/2019) sore menyebut, Dinas Perhubungan (Dishub) lambat.

"Lamban kinerja Dihub ini. Seharusnya parkir itu per jam. Itu peraturannya, malu kita kok dilihat orang lain. Kenapa jalan dibuat parkir. Kayak  tidak berpendidikan saja. Enggak tepat lah, masa jalan dijadikan lahan parkir," tegas AKBP Heribertus

Baca juga: Polisi Buat Larangan Parkir, Jukir Kesulitan Cari Setoran

Di tempat yang sama Waka Polres Siantar, Kompol Amakhoita Hia menambahkan, zona parkir tersebut dinilai telah melanggar hukum. "Melanggar hukum untuk mendapatkan uang. Itu salah," imbuh Waka Polres menimpali.

Kapolres kembali menjelaskan, hal itu menjadi salah satu contoh untuk menertibkan lahan parkir yang berada di bahu jalan yang ada disepanjang jalan utama di Kota Siantar.

"Ini makanya saya mau duduk ditahun 2019 ini,  saya ada, Kapolres ada, yang mengerti Undang Undang No 22 Tahun 2009 tetang lalu lintas. Lahan parkir itu harus dibuat tersendiri bukan di jalan. Kalau begini terus kapan mau bagusnya itu jalan," jelas Kapolres.

Disinggung terkait potensi menurunya retribusi parkir akibat pelarangan parkir di Jalan Sutomo tersebut, Kapolres mengatakan  Anggaran Pendapatan Asil Daerah (PAD) Kota Siantar selama satu tahun  120 Miliar.

Baca juga: Parkir Dilarang, SBSI Siantar Minta Polisi dan Dishub Selesaikan Keluhan Jukir

Menurut Heribertus, retribusi dari sektor parkir di Kota Siantar dapat bertambah jika diberlakukan parkir hitungan jam. Ia juga mengatakan selama ini PAD retribusi parkir minus setiap tahunya.

“Terlalu gampang buat lahan parkir. Nanti kembali cepat itu (retribusi). Iya kan? sudah saatnya, sekarang parkir berjam-jam cuma Rp 2 ribu loh, makanya laporan LKPJ-nya (Dishub) terlalu minus PAD dari parkir, setiap tahun tetap minus PAD dari parkir,” kata Heribertus.

Berita sebelumnya, Juru Parkir yang bertugas di zona parkir jalan Sutomo mengeluh. Para Jukir mengatakan, lahan parkir yang mereka kelola diberlakukan larangan parkir oleh Polisi Resort Siantar. 

Larangan parkir itu dibubuhi plang di bahu jalan Sutomo ujung, dari simpang Jalan Diponegoro percis Apotek Simalungun sampai ke depan gedung Bank Mestika. 

Penulis: hza. Editor: edo.
Komentar 1
  • Resman Htbrt
    Siantar ini butuh pemimpin yg tegas anti korupsi., jalan raya aja jd tmpat parkir. Jln raya jd tempat jualan, Banyak x permainan kalian kutengok bah.. Angka pareman semua...