Mon 21 Jan 2019

Parkir Dilarang, SBSI Siantar Minta Polisi dan Dishub Selesaikan Keluhan Jukir

Pengurus SBSI Kota Siantar dan Jukir di zona parkir, jalan Sutomo ujung, meninjau lokasi parkir yang dibubuhi larangan parkir. (foto/gee)

Siantar,hetanews.com – Pihak Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) Kota Siantar, prihatin atas keluhan Juru Parkir (Jukir) di Jalan Sutomo. SBSI berharap, keluhan para Jukir agar segera diselesaikan oleh pihak Dishub dan Polres Siantar.

Ketua SBSI Kota Siantar, Ramlan Sinaga, mengatakan, pihaknya turut prihatin dengan kondisi para Jukir, khususnya yang bertugas di zona parkir, Jalan Sutomo dari simpang jalan Diponegoro (Apotek Simalungun) sampai depan Bank Mestika.

Saat ini, Polisi Resort Siantar, membuat aturan larangan parkir, dengan di bahu jalan tersebut. Sehingga para Jukir kewalahan mencari setoran parkir ke Dinas Perhubungan. Larangan itu, kata para Jukir, tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu.

"Kita berharap segera ini diselesaikan. Kalau memang ada yang mau dikordinasikan, Dishub dan pihak kepolisian, silahkan, dicari jalan terbaik, agar Jukir sebagai tenaga kerja gak terusik haknya," kata Ramlan, Selasa (8/1/2019) siang.

Menurut Ramlan, bila pihak kepolisian memberlakukan larangan parkir untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya setuju. Namun hal tersebut, terlebih dahulu dikordinasikan ke dinas terkait, dan disosialisasikan ke masyarakat.

"Kalau soal kemacetan, saya kira kita semua setuju, tapi itu kan harus disosialisasikan terlebih dahulu. Sementara menurut para Jukir, tidak ada diberitahukan sebelumnya," jelas Ramlan.

Dengan tidak adanya pemberitahuan itu, kata Ramlan, semua orang menjadi bertanya - tanya tentang peraturan larangan parkir yang tiba - tiba diberlakukan oleh pihak kepolisian.

Ketua SBSI ini juga menilai, larangan parkir yang diberlakukan itu, mengakibatkan terganggunya aktivitas pengunjung toko dan nasabah, sejumlah Bank di lokasi tersebut. 

Apalagi, sambung Ramlan, nasabah Bank yang melakukan transaksi keuangan, bisa terkendala akibat jarak parkir mobil, dengan Bank semakim jauh dari lokasi parkir. Dengan itu, ia mengkhawatirkan potensi kriminal terjadi.

Baca juga: Polisi Buat Larangan Parkir, Jukir Kesulitan Cari Setoran

Parkir bahu jalan yang dilarang pihak kepolisian itu, jelas Ramlan, diketahui adalah zona parkir resmi dari Dinas Perhubungan Kota Siantar. Oleh karena itu, retribusi parkir dari zona tersebut, masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Siantar.

"Artinya, semua yang dikutip Jukir, masuk ke dalam PAD. Jadi dimana letak Perda itu? Apa Perda itu akal - akalan, itu yang perlu kita tanyakan," jelasnya. 

Hingga saat ini, Polres Siantar belum dapat dimintai penjelasan, mengenai alasan penutupan zona parkir tersebut. Demikian penjelasan dari Dinas Perhubungan.

Polisi membubuhkan tanda larangan parker, dari simpang Jalan Diponegoro, depan Apotek Simalungun sampai ke depan Bank Mestika, Jalan Sutomo Siantar.

Penulis: gee. Editor: gun.
Komentar 1
  • Darwin Tune
    Larangan parkir dibuat karena antisipasi kemacetan , aneh kalau mengutamakan jurkir . Pada hal larangan parkir agar tidak macet untuk kepentingan semua orang .