Mon 21 Jan 2019

Pembunuhan Elfi Manik, Korban Dicekik Lalu Dibuang ke Saluran Irigasi

Tersangka YS saat memperagakan membuang jasad korban di lokasi kejadian, Senin 7 Januari 2019. (foto/istimewa)

Simalungun, hetanews.com – Polres Simalungun menggelar rekonstruksi pembunuhan Elfi Manik (25), seorang guru SD yang ditemukan tewas di saluran irigasi. Polisi menyebut motif kasusnya tersangka YS untuk menguasai harta korban.

"Kita sudah dapat pelaku pembunuhan Elfi Manik. (Sebelum tewas) korban sempat dinyatakan hilang," kata Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty saat menggelar rekonstruksi di TKP Huta II, Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar, Senin (7/1/2019) siang.

Dalam rekonstruksi diketahui tersangka lebih dulu mengintai korban dari rumah neneknya yang berada di depan rumah korban, sekitar pukul 22.00 WIB.

Tersangka masuk ke dalam rumah dan mencekik hingga korban pun pingsan. Tersangka lalu mengamati keadaan, namun saat itu pula tersangka melihat korban bergerak dan kembali mencekik leher korban.

Tersangka lalu membawa korban ke belakang rumah, tepatnya di saluran irigasi. Disana korban dimasukkan ke dalam air, tubuhnya dibenamkan dengan bantuan pelepah sawit.

"Adapun motif pembunahan ini murni pencurian. Bukti petunjuk adanya ceceran darah di rumah. Ceceran darah tersebut berbeda dengan darah korban," jelas Kapolres.

Selain adanya bukti petunjuk tersebut, polisi juga menemukan tas dan anting milik korban, serta handphone miliknya yang keadaan mati. Penemuan barang bukti itu didapati pada hari keempat.

Kapolres menambahkan, pihaknya juga mendapat petunjuk dari hasil otopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik. Dimana hasil otopsi mengatakan bahwa Elfi dicekik.

Elfi Manik dinyatakan hilang sejak Kamis 20 Desember 2018. Dua hari setelah itu, (22/12/2019), jasadnya ditemukan mengambang saluran irigasi oleh seorang petani.

Penulis: gee. Editor: bt.