Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jejak Muncikari Prostitusi Artis, Ditemukan Transaksi Pelanggan dari Luar Negeri

Jakarta, hetanews.com - Dua muncikari yang menjajakan secara online dua artis Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila, ternyata terlibat jaringan prostitusi besar. Siapa penjaja dan pelanggan dari prostitusi artis ini, terekam dalam jejak digital yang diperoleh penyidik.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Ia menyatakan, jika dua muncikari ini memiliki anak buah khusus yang mengkoordinir dan menjajakan artis maupun modelnya.

Mereka bahkan diketahui memiliki link-link para pengguna yang khusus untuk menjajakan para anak buahnya. "Saat ini sudah ada beberapa yang kita tetapkan sebagai DPO (buron). Mudah-mudahan dapat kita ungkap lebih luas lagi," ujarnya.

Dikonfirmasi mengenai para pelanggan dua muncikari artis dan model ini, Kapolda mengaku, berdasarkan pengembangan penyidikan jejak digital, terekam ada data yang berasal dari luar negeri. Namun sayang, ia tak menjelaskan data yang dimaksud.

"Semuanya menggunakan digital, pembayarannya pun digital. Untuk konsumen tergantung pesanan, yang jelas seluruh Indonesia. Tapi kita juga dapatkan data dari luar negeri juga," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam kasus prostitusi online artis yang melibatkan dua artis Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila, Polda Jatim telah menetapkan dua orang menjadi tersangka yakni ES dan TN. Keduanya merupakan muncikari.

Baca juga: Pemakai Jasa Vanessa Angel Pengusaha Tambang di Lumajang

Dirkrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menerangkan kedua tersangka tersebut berperan mempromosikan para artis melalui media sosial khususnya Instagram.

"Kemudian kedua muncikari tersebut memfasilitasi komunikasi dan melakukan transaksi," kata Yusep.

Kedua tersangka akan dijerat Pasal 27 ayat (1) jungto Pasal 45 ayat (1) Undang Undang (UU) RI Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang ITE. Mereka juga diancam dengan Pasal 296 jungto Pasal 506 KUHP.

Namun, pengusaha berinisial R, pria hidung belang yang memesan Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila, dipastikan lolos dari jeratan hukum. Sebab, tidak ada peraturan perundang-undangan yang dianggap dapat menjerat pemakai atau pengguna jasa prostitusi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, tidak ada pasal regulasi dalam undang-undang, ketika seseorang memakai jasa prostitusi.

"Dalam undang-undang memang tidak ada regulasi. Kita ini kan hanya menjalankan regulasi," ujarnya. 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.