HETANEWS

30 Bencana Sepanjang 2018, Ini yang Dilakukan Pemkab Labuhanbatu

Kepala BPBD Labuhanbatu, Sofyan Hasibuan memimpin apel gabungan di Lapangan Diklat BKPP Labuhanbatu, Senin (7/1/2019). (foto/fendi)

Labuhanbatu, hetanews.com - Selama tahun 2018, tercatat sebanyak 30 bencana alam terjadi di Kabupaten Labuhanbatu. Itu disampaikan Plt. Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe melalui Kepala BPBD Labuhanbatu, Sofyan Hasibuan pada Upacara Apel Gabungan Kelompok I dan II di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di Lapangan Diklat BKPP Labuhanbatu, Senin (7/1/2019).

"Dalam kurun waktu tahun 2018 dari Januari sampai dengan Desember telah melakukan kegiatan penanggulangan bencana lebih kurang 30 kejadian bencana," ungkapnya.

Dijelaskan Sofyan, Adapun bencana yang disebabkan oleh faktor alam dan non alam tersebut antara lain, longsor di lingkungan Talsim Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, longsor di Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Barat dan di Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara.

Kemudian, Banjir di Desa Lingga Tiga Dusun Janji Aek Kundur, Kecamatan Bilah Hulu, di Desa Emplasmen Dusun N-4 Pancasila dan Dusun Pondok Kroyok, Kecamatan Bilah Hulu, di Aek Matio dan Pasar Gelugur, Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, di Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara, di Desa Negeri Lama Seberang, Kecamatan Bilah Hilir, di Sennah, Kecamatan Pangkatan, di Lingkungan Sibuaya, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, di Lingkungan Talsim, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara dan di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat.

Selanjutnya, angin puting beliung di Desa Tanjung Siram Dusun Malaka, Kecamatan Bilah Hulu, di Desa Pondok Ladang, Kecamatan Bilah Barat, di Desa Meranti Paham Dusun IV dan Desa Meranti Paham Afdeling VI Perkebunana PTPN IV Kecamatan Panai Hulu.

Sedangkan, korban hanyut di Desa Sei Sanggul, Kecamatan Panai Hilir Sei Berombang (1 anak berusia 6 tahun bernama Awaluddin meninggal karena tenggelam), di Desa Sei Lumut Kecamatan Panai Tengah Sei Berombang (1 orang meninggal diakibatkan kapal yang ditumpangi terbalik di perairan Sei Lumut Sei Berombang), kemudian di Sungai Bilah, Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara (1 anak berusia 10 tahun bernama Asa Ambarita meninggal karena hanyut terbawa arus sungai), di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat (1 anak berusia 16 tahun bernama Muhammad Pahlevi Rambe dinyatakan hilang/belum ditemukan di perairan Sungai Bilah Desa Tebing Linggahara).

Untuk musibah kebakaran, yaitu kebakaran lahan perkebunana masyarakat di Desa Pasar III Dusun V, Kecamatan Panai Tengah (lahan terbakar diperkirakan lebih kurang 5 Ha), di Desa Telaga Suka, Kecamatan Panai Tengah (lahan sekitar 5 Ha), di Desa Sei Lumut Dusun II, Kecamatan Panai Hilir, di Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu (lahan sawit lebih kurang 2 Ha), kemudian Pohon Tumbang di Jalan SM. Raja Aek Tapa, Kecamatan Rantau Selatan (tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu).

"Dalam penanggulangan bencana, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu telah melakukan berbagai kegiatan seperti, mitigasi bencana, pencarian dan pertolongan, penyusunan permohonan untuk perbaikan kerusakan dan kerugian akibat bencana. Kemudian dalam penanggulangan ini  berkoordinasi dengan lintas sektor seperti Basarnas, Bulog, Kodim, Polres, PMI, Pramuka, Relawan Pemuda dan Remaja Mesjid yang semuanya bekerja saling bahu membahu dalam mengurangi resiko akibat bencana," jelasnya.

Sedangkan di penghujung tahun 2018, sambung Sofyan, Pemkab Labuhanbatu mendapat musibah banjir luar biasa yang menyebabkan infrastruktur menjadi rusak dan perekonomian masyarakat menjadi tidak stabil.

"Pemerintah Labuhanbatu telah menerbitkan surat tentang keadaan darurat bencana banjir dan melalui lintas sektor terkait yaitu Dinas Sosial dan Bulog telah menyalurkan beras untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang tertimpa musibah banjir," tutupnya.

Penulis: fendi. Editor: anto.