Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Diongkosi TPL, Marandus Sirait Promosikan Andaliman ke Dunia

Marandus Sirait (baju merah) saat promosi Andaliman di Konferensi Perubahan Iklim PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) atau biasa dikenal COP 24 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Katowice, Polandia, beberapa waktu lalu. (foto/stm)

Tobasa, hetanews.com - PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) bersama Yayasan Taman Eden 100 promosikan tanaman andaliman ke dunia melalui Konferensi Perubahan Iklim PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) atau biasa dikenal COP 24 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Katowice, Polandia.

Pegiat Lingkungan yang juga sebagai pemilik Yayasan Taman Eden 100, Marandus Sirait mengatakan, TPL membiayai keberangkatan mereka ke event tersebut setelah disurati Kementrian Menko Maritim.

"Karena memang ada surat dari Kementrian Kemaritiman memohon kepada TPL untuk mendukung keberangkatan saya dalam hal promosi andaliman Danau Toba ke acara tersebut. Memohon dukungan untuk memasilitasi seperti tiket atau penginapan, tepatnya kedua pihak tersebutlah yang mengetahuinya. Photocopy surat permohonan Kementrian Maritim kepada TPL ada sama saya. Kementrian Kemaritiman mungkin sudah berjuang untuk saya, tapi mungkin mereka tidak mampu pendanaan sehingga menghubungi TPL," ujar Marandus Sirait pada hetanews.com, Minggu (6/1/2019).

Marandus berpendapat bahwa sebenarnya banyak pihak yang telah merusak di sekitar kawasan Danau Toba dan bukan hanya PT. TPL. "Secara kelompok bila ada yang menolak TPL itu kita hargai, namun bila pribadi jangan dicampuri," ujar Marandus Sirait.
 

Peraih Kalpataru bidang Pelestarian Lingkungan dari Presiden Megawati tahun 2005 ini mengaku bahwa Yayasan Taman Eden 100 yang didirikannya juga tidak pernah menolak bantuan hibah dari pihak manapun yang sifatnya tidak mengikat, termasuk dari perusahaan di sekitar kawasan Danau Toba seperti PT. TPL, PT.Aqua Farm dan lainnya untuk tujuan pengembangan pariwisata, budaya dan lingkungan hidup sesuai misi Yayasan Taman Eden 100.

Penulis: stm. Editor: anto.