Fri 22 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jelang Pesta Demokrasi, Poldasu Fokus Antisipasi Meningkatnya Berita Bohong

Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. (Net)

Medan,hetanews,com- Menjelang pesta demokrasi mendatang, Polda Sumut fokus mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoax).

"Pesta demokrasi sudah semakin dekat, jadi Polda Sumut mengatensi terhadap kemungkinan akan meningkatkannya penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di masyarakat, khususnya di Sumut,"ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Sabtu (5/1/2019).

Kata dia, Polda Sumut akan meningkatkan fungsi dan peran unit cyber  crime dalam melakukan segala langkah langkah antisipasinya.

Menurut Tatan, sampai saat ini, penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian tersebut kerap dilakukan oleh orang orang yang tidak terorganisir dari kasus yang ditangani oleh Poldasu. Umumnya, dia bilang, perbuatan melanggar hukum tersebut disebar oleh perorangan baik karena alasan sentimen pribadi, maupun hanya sebatas ikut menyebar.

"Karena kejahatan ini tidak terorganisir, sebab ketika pelakunya ditangkap, rata rata mengaku tidak tahu. begitu juga untuk pembuat (berita hoax) kasusnya belum ada ditemukan di Polda Sumut,"jelasnya.

Kendati demikian, Tatan menegaskan, jika berita hoax atau pun ujaran kebencian jangan sampai menjamur diwilayah Sumut. karena terang dia, penyebarannya akan sangat memengaruhi segala sendi kehidupan masyarakat, sehingga membuat resah, takut, dan tidak nyaman.

Untuk itu, mantan Wakapolrestabes Medan ini mengingatkan masyarakat, apabila menemukan berita atau informasi yang belum dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, supaya tidak dengan mudah disebar baik melalui whatsapp, twitter, ataupun facebook. Karena itu, tegas dia, hal itu tentu memiliki sanksi hukum yang harus ditaati.

"Makanya kita selalu imbau, kalau belum tentu kebenarannya, jangan di sebar atau malah menambah nambahi lebih baik kroscek terlebih dahulu, atau sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu dengan aparat penegak hukum,"pungkasnya.

Penulis: adr. Editor: gun.