HETANEWS

Masjid Raya Al Ikhlas Rantauprapat Direncanakan Jadi Masjid Paripurna

Plt. Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi saat berdiskusi dengan pengurus Masjid Raya Al Ikhlas. (foto/fendi)

Labuhanbatu, hetanews.com - Plt. Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe merencanakan merubah Masjid Raya Al Ikhlas Rantauprapat menjadi Masjid Paripurna. Itu disampaikannya saat berdiskusi dengan pengurus masjid, Jumat (4/1/2019).

Dalam diskusi itu, dihasilkan musyawarah dan mufakat untuk mencari solusi dan keputusan bersama dalam mewujudkan Masjid Raya Al-Ikhlas Ujung Bandar menjadi Masjid Paripurna. Dimulai dengan terbentuknya Tim Seleksi Pengangkatan Badan Kenajiran Masjid (BKM) Al-Ikhlas Ujung Bandar yang akan ditetapkan melalui Keputusan Bupati Labuhanbatu.

Ketujuh Tim Seleksi Pembentukan BKM Masjid Al-Iklas Ujung Bandar itu terdiri dari unsur Pemkab Labuhanbatu yaitu Asisten Pemerintahan dan Sosial dan Kabag Administrasi Pembinaan Sosial, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Labuhanbatu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Labuhanbatu, Kementerian Agama Labuhanbatu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu dan Tokoh masyarakat Kelurahan Ujung Bandar. 

Andi berharap, melalui tim yang akan disyahkan dengan Surat Keputusan Plt. Bupati Labuhanbatu tersebut, dapat merekrut pengurus yang benar-benar profesional dan ahli di bidang masing-masing, mampu mewujudkan manajemen pengelolaan masjid sekelas Masjid Paripurna yang akan menjadi mebanggan umat muslim Kabupaten Labuhanbatu.
 

"Masjid Paripurna adalah pembinaan masjid meliputi pengelolaan keuangan masjid, orientasi perpustakaan masjid, pembinaan masjid dan mushalla di tempat publik, pembinaan imam, khatib, dan remaja masjid, serta manajemen organisasi kejama’ahan," jelasnya.
 

Dimana sambungnya, konsep Masjid Paripurna secara ideal yaitu memiliki sejumlah fasilitas yang dibutuhkan jamaah. Selain ketersediaan ruang ibadah, tempat bersuci, dan ruang khusus memandikan jenazah, masjid paripurna juga dilengkapi dengan Aula, Tempat belajar TPA, ruang penitipan alas kaki, sekretariat, ruang istirahat imam, muadzin dan tenaga kebersihan, hingga ruang konsultasi keluarga sakinah.Selain itu, juga memiliki minimarket halal, usaha ekonomis seperti koperasi, perpustakaan, poliklinik, hingga Ambulans.

"Pengelolaan manajemen masjid yang profesional akan memberi dampak positif dari keberadaan masjid kepada warga sekitar tidak hanya pada aspek spiritual, tapi juga pada aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan," ujarnya.
 

Contoh Masjid Paripurna di Indonesia seperti Masjid Istiqlal Jakarta Pusat dan Masjid Agung Madani Pasir Pangaraian Rokan Hulu Riau.

"Saya yakin dan percaya Kabupaten Labuhanbatu bisa dan mampu memiliki Masjid Paripurna dengan melakukan terobosan membenahi seluruh aspek Masjid Raya Al-Iklas Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan. Apabila duduk bersama dan dikerjakan secara bersama-sama untuk kepentingan ummat, semua bisa terwujud," tutupnya.

Penulis: fendi. Editor: anto.