HETANEWS

Pemakzulan Wali Kota Siantar Berlanjut, 10 Ribu Massa akan Unjuk Rasa

Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) saat memajang spanduk berukuran besar yang bertuliskan pemakzulan Wali Kota Siantar, Jumat (28/12/2018). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com- Pemakzulan Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor, kembali disuarakan Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI).

Ketua DPC Himapsi Kota Siantar, Bulan Parsadaan Damanik, menyampaikan, untuk aksi selanjutnya, pihaknya akan menurunkan massa dengan jumlah hampir 10 ribu orang nantinya.

Disinggung terkait sikap DPRD Siantar yang membatalkan hak angket untuk pemakzulan Wali Kota, Bulan Parsadaan Damanik menegaskan, bahwa hal itu sebenarnya cacat hukum.

"Kalau dari segi hukum tata negaranya itu sudah mengabaikan tugas dan fungsi mereka sebagai DPRD. Mereka yang mengusulkan, mereka yang membatalkan. Itu saya rasa sudah cacat hukum," bebernya kepada wartawan, Jumat (27/12/2018).

Baca juga: NPSI: Wali Kota Dua Kali Menista Simalungun dan Mempermalukan Tokoh Simalungun

Baca juga: Pembangunan Tugu Sang Naualuh di Lapangan H Adam Malik Dihentikan

DPC HIMAPSI mengambil sikap, pasca penistaan yang dilakukan oleh Hefriansyah yang kita tahu sebagai Wali Kota Siantar, tandasnya.

"Ya, memang itu yang menjadi gejolak. Memang ada hubungannya dasar kita turun ke jalan, menyatakan pemakzulan itu memang berangkat dari pembatalan Tugu Sang Naualuh Damanik," ungkapnya.

Terkait masalah pembangunan tugu itu, ini diluar kesepakatan antara Tokoh - tokoh Simalungun dan ahli waris Sang Naualuh dan masyarakat Simalungun kepada Pemeritah Kota Siantar yang sudah sepakat, pembangunan tugu itu, di Lapangan Merdeka.

Namun dengan sepihak, Wali Kota memutuskan untuk perubahan pembangunan itu di Lapangan H Adam Malik dan ini menjadi pemicu dari konflik, ujarnya.

Penulis: hza. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.