Simalungun, hetanews.com - Tindakan kurang simpatik ditunjukan Bupati Simalungun, JR Saragih pada wartawan, saat dikonfirmasi terkait aksi pungutan liar (pungli) dibeberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Senin (23/2/2015).

Penghargaan yang diterima JR Saragih dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Sumatera Utara dalam kategori Sahabat Pers Awards Sumatera Utara 2013, karena dinilai peduli terhadap perkembangan pers di daerahnya, patut dipertanyakan.

Awalnya, kru hetanews.com mencoba mengkonfirmasi JR Saragih mengenai banyak isu miring terhadap aksi pungli seperti SK pengangkatan honorer dan K2 diantaranya di Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Bina Marga dan dinas lainnya. Aksi pungli ini sering mencatut nama orang nomor satu di Kabupaten Simalungun itu.

Saat ditemui di aula SMA Negeri 1 Raya, usai pembekalan kepada seluruh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), wartawan mencoba meminta ijin konfirmasi, tentang kehadiran JR Saragih di tempat tersebut. Hal itu pun mendapat jawaban asal saja. “Saya tidak tau, yang punya acara mereka,” ucapnya  seakan tak peduli pada wartawan.

Ketika dimintai tanggapannya terkait maraknya aksi pungli yang kerap terjadi di SKPD Pemkab Simalungun, dan sering menyebut-nyebut sebagai perintah Bupati Simalungun, tiba-tiba JR Saragih dengan tatapan tajam bercampur amarah mengancam wartawan. “Saya laporkan kamu ke polisi,” ucapnya.

Terlontar juga ancaman selain akan mempenjarakan, juga akan mengusir wartawan tersebut dari wilayah Simalungun. “Kamu jangan nantang-nantang saya. Kamu bisa saya usir dari Simalungun. Sebagai orang pendatang baru di sini aja sudah nantang saya,” jelasnya sambil jari tangannya menunjuk-nujuk pada wartawan hetanews.com.

Perlakuan ‘kasar’ dari JR Saragih itu pun disaksikan sejumlah rombongan SKPD yang saat itu hendak beranjak dari komplek SMA Negeri 1 Raya. Puas memaki-maki wartawan, JR Saragih diiringi rombongan  menaiki mobil dinasnya masing-masing dan melaju menuju ke arah komplek perkantoran SKPD atau rumah dinas bupati.

Namun sebelum rombongan pergi meninggalkan tempat tersebut, salah seorang pria bertubuh tegap berambut cepak juga ikut-ikutan marah pada kru hetanews. “Dasar jugul (bandal) kau,” ucapnya dengan wajah tak bersahabat.

Mungkin pria tersebut merasa tak terima hingga membuat bosnya itu murka. Menurut informasi jika lelaki berperawakan tegap itu sebagai Humas Pemkab Simalungun.