HETANEWS

Rampok Sopir Truk Colt Diesel di Simalungun, 4 Tersangka Ditembak

Petugas mengapit keempat tersangka perampokan sopir truk di Jalinsum Saribudolok-Pematangsiantar. (foto/newscorner)

Simalungun, hetanews.com - Unit 2 Subdit III Jatanras Polda Sumut dan Unit Jahtanras Reskrim Polres Simalungun menangkap  para pelaku pencurian dengan kekerasan dari tiga lokasi berbeda. 

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan menuturkan, ketiga tersangka adalah Demson Mangadi Sihotang alias Pak Leo (41), warga Jalan Pendeta J. Wismar Saragih, Gang 2000, Kelurahan Martoba, Kota Pematangsiantar, Henri Jonny Surung Sirait alias Surung Butarbutar (36), warga Jalan Ragi Hidup, Keluarga Bane, Kota Pematangsiantar, Bayakman Sumbayak alias Bang Bayak (38), warga Jalan Meranti Tengah No.89 C, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Lamhot Sariaman Siadari alias Sigondrong (34), warga Jalan Bah Binonom Kiri, No. 59, Kelurahan Sigulanggulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar serta Sugirin alias Girin (37), warga Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan.

Penangkapan berawal laporan korban Novrianto (41), warga Padang Mas II No. 07, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Dalam laporan polisi nomor: LP/13/XII/2018/Panei Tongah, tanggal 20 Desember 2018 disebut, perampokan terjadi saat korban, Suriadi Sitinjak (39), warga Jalan Sumbersari, Kelurahan Martoba, Kota Siantar dan Riswan Sinaga (34), warga Jalan Melanton Siregar Gang Sipahutar No.02, Kelurahan Suka Raja, Kecamatan Siantar Marihat, Siantar membawa mobil Truk Cold Diesel BE 9345 NH melintas di jalan besar Saribudolok-Pematangsiantar, tepatnya di Dusun Bombongan Km. 6 Nagori Janggar Leto, Kecamatan Pane, Kabupaten Simalungun, sekitar pukul 04:00 WIB. 

Tiba-tiba, satu unit mobil Avanza Velox wana putih tanpa plat belakang menyerempet dan langsung menghadang mobil korban ke sebelah kiri. Selanjutnya tujuh pelaku turun dari mobil sementara 1 pelaku standby di mobil. Tanpa basa-basi, ketujuh pelaku memecahkan kaca mobil lalu mumukul korban. Selanjutnya di bawah ancaman diduga senjata api laras panjang dan senjata gengam, pelaku merampok korban.

"Mana uang jalan kalian?" bentak pelaku kala itu.

Ketakutan, korban pun menyerahkan dompetnya atas nama korban berisi SIM, KTP, Kartu ATM BRI (An. Kartika), uang Rp5 juta dan HP Maxtron, HP Mito milik Suriadi Sitinjak serta tas ransel berisi pakaian. Kemudian pelaku langsung kabur ke arah Kota Pematangsiantar.
 

Petugas yang menerima laporan korban langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, Sabtu (22/12/2018), personel Unit 2 Subdit III Jatanras Polda Sumut dan Unit Jatanras Polres Simalungun mendapat informasi jika pelaku berada di Tebingtinggi. Sekitar pukul 02:00 WIB, petugas mengamankan Sugirin alias Girin. Dalam pengembangan, Sugirin menyebut jika pelaku lain berada di Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Tak membuang waktu, petugas berangkat ke Kota Pinang dan berhasil mengamankan 3 pelaku pencurian dengan kekerasan. Selanjutnya petugas yang mendapat informasi bahwa 3 pelaku lainnya berada di Pematangsiantar segera melakukan pengejaran. Namun hanya berhasil mengamankan 1 pelaku.

Petugas kemudian membawa keempat pelaku mencari barang bukti. Saat itu, empat pelaku melakukan perlawanan. Tembakan peringatan yang dilepas petugas tak diindahkan. Akhirnya petugas melakukan tembakan terukur untuk merobohkan pelaku. Di situ petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yaitu senapan angin merek Excalibur, parang, martel, senter, obeng, paku, lem Alteko, 1 unit mobil Daihatsu Xenia hitam BK 1294 WU, HP Samsung, HP Nokia dan HP Mito.

Setelah mendapat perawatan di RSU Djasamen Saragih, para pelaku dibawa ke kantor Satreskrim Polres Simalungun untuk proses hukum  lebih lanjut.
 

"Benar, kita bersama Tim Jatanras Polda Sumut berhasil mengmankan lima pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap sopir truk Colt Diesel. Namun tiga pelaku lainnya berhasil kabur dan sudah kita tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO)," jelas Marudut Liberty Panjaitan.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 365 KUHPidana paling lama 12 tahun penjara. 

Penulis: tim. Editor: anto.