HETANEWS

Cerita Nastar dan Sepatu Kenangan Natal Saut Situmorang

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Ari Saputra-detikcom)

Jakarta,hetanews.com- Hari raya Natal tinggal hitungan hari. Ada beragam tradisi dan makna yang terkandung di balik perayaan Natal bagi umat nasrani, termasuk Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Saut bercerita tentang kegiatannya setiap Natal sewaktu masih kecil. Ada tradisi, yang dalam bahasa Batak disebut pajojorhon, atau liturgi yang berarti menghafalkan beberapa ayat kita suci dan tambil di depan panggung. Tradisi ini menurut Saut menjadi salah satu yang selalu dilakukannya semasa kecil.

"Ada tradisi anak-anak yang diajar untuk menghafalkan beberapa ayat kitab suci, lalu tampil di depan panggung (liturgi) kalau bahasa Batak disebut pajojorhon (membenahi), mendalami makna beberapa ayat kitab suci. Bagi seorang anak seperti saya adalah senang belajar menghafal dengan ucapan yang cadel, buat saya itu tidak tantangan. Tantanganya justru ketika kakak yang menyiapkan adik-adiknya agar keren tampil dipangung, saat itu saya berumur 7 tahun protes mengapa wajah anak laki-laki harus di 'touch up', karena yang biasa dibedakin itu kan anak perempuan," tutur Saut berbagi ceritanya, Rabu (19/12/2018).

Sebagai anak, menurut Saut, ia diingatkan untuk tetap tampil dengan bedak di wajah agar sang ibu senang melihatnya tampil rapi di panggung. Meski tak ingat lagi mana ayat suci yang harus dihafalnya waktu itu, ada satu makna yang selalu membekas didiri Saut. Membaca kitab suci membentuk karakter menjadi orang jujur dan berintegritas.

"Saya sendiri tidak hafal ayat mana yang ketika itu harus saya hafalkan. Tapi, masih membekas adalah perlunya membaca kitab suci hingga sampai saat ini. Saya mengatakan itu bagian dari pembentukan karakter dan integritas , karena di dalam kitab suci ada banyak tokoh yang bisa dicontoh guna membangun integritas. Itu sebabnya saya mengatakan bahwa pintar saja tidak cukup, yang utamanya adalah integritas. Karena pada integritas ada Tuhan di dalamnya," jelasnya.

Tak cuma cerita yang punya pesan membangun karakter, Saut juga punya cerita lucu ketika perayaan Natal di masa kecilnya. Saat itu, dia menyimpan nastar, yang merupakan kue kesukaannya hingga berjamur di dalam kotak sepatu kulit hadiah Natal yang kesempitan.

"Ya, tentu sebagai bocah saya ingat juga pada saat Natal nyimpan kue roti kesukaan, nastar, di sepatu kulit yang baru dibeli mama namun lupa. Sehingga nastar jamuran karena sudah masuk Januari, karena sepatu kulit kesempitan masih di kotaknya," ujar Saut.

Saut kemudian menceritakan bagaimana orang tuanya selalu mengajarkan untuk membantu satu sama lain sebagai keluarga. Dia mengatakan dirinya bersama saudara-saudaranya kerap menunggu kue gosong yang tak masuk ke kaleng agar bisa langsung dimakan tanpa perlu menunggu waktu perayaan Natal dan tahun baru 2019 tiba.

"Tradisi Natal di keluarga besar saya sangat ramai. Kami bersaudara 12 orang 7 laki-laki, 5 perempuan. Bisa dibayangkan masa kanak-kanak saya tahun 70-an dan bisa dibayangkan pula repotnya mama saya Shinta Boru Hutajulu harus menyiapkan hidangan Natal dan tahun baru di meja makan besar, dan kue yang harus dibuat sendiri dibantu kakak, abang, adik. Pada saat mana bocah-bocah lelaki dan perempuan biasanya menunggu momen roti yang tidak masuk dalam stok kaleng karena sedikit gosong atau masak tidak merata terasa," ucapnya.

Kegiatan jelang Natal itu yang selalu membekas di diri Saut hingga kini. Dia mengaku belajar cinta kasih seorang ibu dan pembentukan karakter dari kedua orang tuanya membuat mereka sekeluarga untuk saling berbagi meski kini semuanya telah berumah tangga.

"Apa yang saya ambil dari tradisi keluarga besar itu ialah dimana ibu mengajari kakak, abang sama-sama menciptakan sesuatu lewat bantu membantu adik, kakak, abang membantu ibu dan seterusnya . Mama sendiri pada sisi lain yang menjaga 12 anak-anaknya dengan cinta kasih seorang ibu tidak banyak bicara, sabar, membagi kerja pada kakak, abang, tidak pakai pembantu rumah tangga. Semakin terasa ketika Natal datang dan melengkapi pengalaman pembentukan integritas putra-putri Gabriel SItumorang, papa saya. Sampai semua anak-anak berumah tangga di mana sampai hari ini kami selalu berupaya untuk selalu sharing bersama pada banyak hal," katanya.
 

Sumber: Detik.Com

Editor: gun.