HETANEWS

2 Korban Banjir Bandang Dairi Ditemukan Tewas, Tujuh Masih Hilang

Korban Barius Sitorus ditemukan mengapung di sungai. (foto/dairinews)

Dairi, hetanews.com - Tim gabungan dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD dan masyarakat menemukan dua dari sembilan korban banjir bandang di Desa Longkotan dan Desa Sibongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.
      
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis, di Medan, Kamis (20/12) malam, mengatakan kedua korban atas nama Bariun Sitorus (35) dan Elfrida Sinaga (31) yang merupakan warga Desa Longkotan, Kabupaten Dairi.

Korban Bariun Sitorus ditemukan warga masyarakat dalam keadaan mengambang di Sungai Soraya Subulusalam, Provinsi Aceh, Rabu (19/12) dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Subulusalam. Selanjutya pihak keluarga dari Dairi menjemput korban ke Subulusalam dan telah dibawa ke kampung halaman di Desa Longkotan, Kamis (20/12).
  
Riadil mengatakan, korban Elfrida juga sudah dievakuasi, dan saat ini sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang.
    
"Tujuh korban lainnya yang hanyut di Sungai Bangai Bongkaras belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian," ujar mantan Kepala Bappeda Sumut itu.
     
Banjir bandang melanda Desa Longkotan dan Desa Sibongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (18/12) sekira pukul 17.00 WIB.
     
Banjir menghantan dua unit rumah warga. Satu unit mobil juga terbawa banjir dan hingga kini belum lagi ditemukan.
     
Banjir bandang terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi dan kemudian membuat Sungai Bongai Bongkaras meluap setinggi lebih kurang delapan meter dan menghanyutkan rumah penduduk.
     
Tujuh lagi korban yang belum ditemukan diantaranya Tina Tumanggor (33), Nadia boru Hasugian (30), Lima boru Padang (29), Jaluddin Boang Manalu (68), dan Walbin Simarmata (49).

sumber: antara

Editor: bt.