HETANEWS

Kapolri Tito Karnvavian Janji Beri Imbalan Pelapor Dugaan Pengaturan Skor

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (foto/cnn)

Jakarta, hetanews.com - Kapolri Tito Karnavian berjanji untuk menyiapkan imbalan bagi siapapun yang mau melaporkan sekaligus menyertakan bukti adanya pengaturan skor di sepak bola Indonesia, termasuk di Liga 1 dan Liga 2.

Hal itu diungkapkan Tito ketika menjadi narasumber di acara Mata Najwa yang ditayangkan di Trans7, Rabu (19/12) malam. Tito meminta kerja sama dari para pelapor kasus pengaturan skor dan yang peduli terhadap sepak bola Indonesia untuk membantu pihak kepolisian membongkar kasus tersebut.

"Saya janji ada reward (hadiah) buat yang mau melaporkan beserta bukti adanya pengaturan skor," kata Tito.

Tito melihat saat ini adalah waktunya bagi Kepolisian untuk melihat fakta yang ada dan tuntutan suara yang besar dari publik untuk melihat sepak bila Indonesia sehat. Sepak bola Indonesia disebut Tito harus bisa jadi industri, hiburan dan kebanggaan bangsa.

Satgas Pengaturan skor bentukan Kepolisian nantinya bakal melihat indikasi permasalahan yang terjadi melalui dua sisi. Indikasi pertama, lanjut Tito, apakah masalah ini bersifat lokal yang hanya melibatkan orang per orang sehingga masuk dalam kategori kasus penipuan.

"Kalau melihat kasus Persibara Banjarnegara, ini bisa bisa jadi alat bukti bahwa sebenarnya ada fenomena besar yang tidak hanya melibatkan orang per orang, tapi sistematis," ungkapnya.

Satgas bentukan Polri bakal mencoba melihat kasus pengaturan skor melalui kacamata undang-undang yang relevan dan sudah ada namun tidak pernah diterapkan sampai saat ini. Undang-undang yang dimaksud yakni UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang tindak pidana suap. 

"Ini suap di luar undang-undang korupsi yang tidak menimbulkan kerugian negara. Isinya dua pasal, mengenai orang yang memberi suap dan yang menerima suap. Kapolri akan kendalikan sendiri satgas pengaturan skor di sepak bola ini karena menganggap ini penting," ujar Tito.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, Satgas-nya bakal bekerja secara komprehensif dengan tim-tim yang bekerja sesuai bidangnya.

"Akan ada bagian lidik yang bertugas di lapangan mengoleksi informasi. Kita akan buka akses agar semua pihak yang memahami dan peduli bisa masuk ke akses itu entah melalui nomor [telepon] khusus atau saluran khusus dan kita jaga kerahasiaan pemberi informasi."

"Ada juga tim sidik dan tim hukum untuk gelar perkara. Ini untuk kepentingan umum. Membujuk agar orang tidak melakukan kewenangan demi kepentingan umum. Sepak bola urusan umum, urusan kita semua," tegas Tito. 

sumber: cnnindonesia.com

Editor: bt.