HETANEWS

Kurir dan Bandar 1 Sak Sabu Dituntut 6 Tahun Bui

Para terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ ay)

Simalungun,hetanews.com- Sabda Brahmanda Nasution (24), warga Jalan Nusa Indah 19, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota   Siantar dan M.Ridho Saragih (20), warga Gang Sehat, Kecamatan Tapian Dolok, terbukti  sebagai penjual 1 sak sabu (5 gram).  Kedua terdakwa ini, masing -masing dituntut 6 tahun, denda Rp 1miliar subsider 3 bulan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (19/12/2018).            

Keduanya menjual sabu kepada Sahala Fatan Purba dan Juli Arta Sitepu (disidang terpisah).

Anggota Polsek Seribu Dolok sudah berupaya dan berhasil mengungkap jaringan narkotika ini, tapi para terdakwa cuma dituntut jaksa, Fransiska Sitorus, masing - masing 6 tahun penjara.

Terungkapnya, pembeli, kurir dan bandar sabu ini, karena pengakuan pembeli Sahala yang ditangkap di rumah kos-kosan, di Jalan Gotong Royong, Kecamatan Saribu Dolok.

Lalu menangkap penjualnya, yakni terdakwa Sabda dan M Ridho yang sedang menunggu, di depan hotel Alexander Siantar.

Polisi menyita sabu seberat 3,28 gram, Honda  Scoopy, dan juga 2  ponsel. Setelah ditangkap, Shabda dan M Ridho, mengaku pesan dari Wisnu Wardani (30), warga Jalan Bolakaki 145, Kelurahan Banjar.Tapi sabu sebayak 1 sak itu, diterima melalui kurirnya, M Arif (24), warga Jalan Seram, Gang Masjid, Kelurahan Banjar, Siantar Barat.

Wisnu Wardani dan M Arif juga dituntut sama, 6 tahun penjara dan denda yang sama. Sedangkan M Arif adalah orang suruhan Wisnu yang mendapatkan upah sebagai anggota Wisnu.

Keduanya, Wisnu dan M Arif ditangkap di jalan Bola Kaki Siantar saat menunggu M Ridho, mengantarkan uang pembelian sabu. Karena sebelumnya, Ridho menerima sabu pakai jaminan sepeda motor Honda Beat.

Dari terdakwa Wisnu, polisi menyita ponsel dan uang Rp.440 ribu. Sedangkan dari M Arif, disita ponsel dan uang pecahan Rp.50 ribu. Setelah diinterogasi, Wisnu mengaku, mendapatkan sabu dari Firmansyah alias Man (sidang terpisah).

Firman (47), warga Batalyon ditangkap di rumah kos – kosan, di depan Wismatama Siantar. Para terdakwa, dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Penulis: ay. Editor: gun.