HETANEWS

Honorer DPRD Medan Cantik Ini, Cuma Dihukum Percobaan

Terdakwa mendengarkan vonis hakim. (foto/dian)

Medan,hetanews.com- Honorer DPRD Medan, Maysarah Harahap, tampak tanpa beban saat menjalani sidang, dengan agenda pembacaan vonis, di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (18/12/2018).

Wanita cantik ini, dihukum selama 6 bulan penjara, dengan masa percobaan 1 tahun. Artinya, jika Maysarah melakukan tindak pidana dalam 1 tahun setelah putusan, maka dia langsung dipenjara selama 6 bulan.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Maysarah Harahap, selama 6 bulan dengan masa percobaan 1 tahun," tukas Ketua Majelis Hakim, Sabarulina Ginting.

Maysarah terbukti melakukan penganiayaan dengan cara menampar sesama rekan honorernya, Windy Sartika Putri. Majelis Hakim berpendapat, perbuatan Maysarah telah terbukti melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

Menanggapi putusan ini, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Patrecia yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 4 bulan penjara, menyatakan pikir-pikir.

Untuk diketahui, dalam dakwaan jaksa menyebutkan, terdakwa Maysarah Harahap, di DPRD Kota Medan telah melakukan penganiayaan terhadap korban, Windy Sartika Putri.

Ketika itu, korban sedang berada di lift bersamaan dengan terdakwa. Lalu, terdakwa menyindir atau menyinggung korban.

Mendengar itu, korban berbicara dengan temannya dengan mengatakan, "Saya hanya berbicara dengan orang yang baik-baik saja supaya nantinya anak saya juga baik". Terdakwa tidak senang dengan perkataan korban sehingga terdakwa mengatakan "Hei anj### kau ya. Sini ko kalau berani".

Namun, korban tidak menanggapi dan menganggap berlalu begitu saja. Kemudian, pada saat korban dan terdakwa bertemu kembali di lantai 6, depan Fraksi Hanura DPRD Kota Medan, terdakwa mengatakan kepada korban, "Ini si anj### lantam kali mulutnya, sini kau".

Korban kembali mengatakan, "Sini kau, aku gak takut sama kau". Kata-kata itu membuat terdakwa langsung mendatangi korban dan menampar wajah bagian pipi sebelah kiri korban sebanyak satu kali.

Lalu, terdakwa menendang perut bagian bawah korban yang sedang hamil. Sehingga korban merasa kesakitan. Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

Penulis: dian. Editor: gun.