HETANEWS

Penyandang Disabilitas Ini Curhat Sambil Nangis, Berharap Terima BPNT

Rusilana (kiri) dan Robert (kanan) saat berada di halaman Bank BRI Cabang Siantar. (foto/gee)

Siantar,hetanews.com- Dua orang penyandang disabilitas di Kota Siantar, bermaksud menyampaikan aspirasi, bersama puluhan warga Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, ke DPRD Siantar, Selasa (18/12/2018) siang. 

Sebelum menyampaikan aspirasi, upaya mereka urung. Sebab jumlah warga yang ikut unjuk rasa untuk menuntut agar terdaftar sebagai penerima manfaat atau dikenal dengan nama BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tidak termobilisasi dengan baik. 

Keduanya ialah Rusliana br Tindaon dan Robert Jeffrison Silaban, yang merupakan warga Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara.

Mirisnya, mereka  pernah mendapatkan bantuan pemerintah, yaitu beras miskin (raskin), tetapi belakangan ini mereka tidak terdaftar di BPNT.

Seperti yang diungkapkan Ruslianna br Tindaon, penyandang disabilitas yang kedua tangan kanannya mengalami cacat. Ia mengaku, bahwa dia tidak bekerja, hanya mengharapkan bantuan anaknya.

"Seandainya aku bisa kerja, aku nyari makan. Ini, kek manalah tanganku aja gak bisa kerja," ujarnya seraya menitikkan air mata.

Diceritakanya, ia juga pernah dijanjikan oleh pihak Dinas Sosial, sebagai salah seorang yang akan mendapatkan bantuan sosial tersebut.

“Dulunya kami mendapat beras, jadi belakangan ini kami tidak mendapatkan beras. Kami sudah dibagi kartu, tetapi tak dikasih,” ujarnya, saat ditemui di depan kantor Cabang BRI Kota Siantar.

Diceritakannya, bahwa ada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang memanggil dirinya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah dengan syarat membawa foto copy kartu keluarga dan KTP. 

Dari jam 8 pagi sampai jam 12.00 WIB menungu, tetapi tidak juga dipanggil.

“Kutanya sama TKSK itu, apa aku dapat atau tidak, dan pengakuan dari TKSK itu aku dapat, tapi sampai selesai tidak dapat juga. Kan ngeri kali orang itu dibuatnya aku kayak gitu,”kata Rusliana sambil mengeluarkan air mata.

Hal yang senada disampaikan Robert Jeffrison Silaban. Penyandang disabilitas yang kakinya mengalami cacat ini juga bernasib sama dengan Rusliana.

Robert mengatakan, dirinya sebagai penyandang cacat harusnya dapat bantuan dari pemerintah. Akan tetapi kenyataanya, hingga saat ini keluarganya tidak mendapatkan apa-apa.

Baca juga: Data Penerima BPNT di Siantar Bermasalah, Banyak Warga Miskin Tak Menerima

“Saya menuntut kepada peraturan pemerintah, supaya memperhatikan kami orang miskin dan penyandang cacat ini,” ujarnya.

Ditanya kapan terakhir mendapat bantuan pemerintah, dia mengaku, mendapat uang dari pemerintah, di tahun 2011, lalu.

“Saya dapat di tahun 2011, saat itu pakai kartu kuning dan uangnya itu dibagikan lewat kantor POS,” ujarnya.

“Selanjutnya, ada dapat beras, tetapi data saya tidak ada,” ujarnya menambahkan.

Dia bercerita, sekarang ini dirinya tidak dapat melakukan apa - apa. Apalagi bekerja untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

“Keahlian saya dulu itu sebagai tukang las, tetapi karena kaki saya cacat, saya tidak kerja lagi. Sekarang ini, saya bantu-bantu istri saya jualan tes manis, di Parluasan,” katanya sambil menangis.

Rusliana dan Robert mengharapkan supaya mereka ini mendapat bantuan dari pemerintah, karena mereka ini merupakan warga yang tidak mampu yang butuh uluran tangan pemerintah.

Penulis: gee. Editor: gun.