HETANEWS

Data Penerima BPNT di Siantar Bermasalah, Banyak Warga Miskin Tak Menerima

Lipen Simanjuntak, bersama sejumlah warga yang tidak menerima KPM di BRI Cabang Siantar, Selasa (18/12/2018). (foto/gee)

Siantar,hetanews.com- Penyaluran bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Siantar, sampai sekarang masih bermasalah. 

Dari data Forum Orang Miskin (Formikom), sedikitnya 780 KK yang tersebar di 53 Kelurahan dan 8 Kecamatan, di Kota Siantar tidak menerima bantuan tersebut.

Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada  12.920 KPM di Kota Siantar, yang dilaunching, pada Jumat, 23 November 2018, lalu, diduga masih menggunakan data pada tahun 2017. 

Sehingga, penyaluran bantuan sosial yang seharusnya diberikan kepada keluarga yang tidak mampu saat ini, jauh dari sasaran yang diharapkan.

"Mayoritas di Kelurahan Bane, Kelurahan Pondok Sayur, Gurilla dan Kelurahan Tong Marimbun yang tidak menerima bantuan,"kata Lipen Simanjuntak, saat ditemui di kompleks Bank BRI Cabang Siantar, Selasa (18/12/2018).

Menurun Kordinator Formikom ini, Dinas Sosial Siantar, terakhir mengirimkan data, pada Tahun 2016 lalu, ke Kementerian Sosial. Kemudian keluar dara penerima raskin sebanyak 12920 KK, yang dulunya sesuai data BPS 12882.

"Sekarang ini kan pendataan sudah dua kali dalam setahun, tetapi Dinas Sosial tidak melakukan pendataan. Sehingga data yang lama digunakan,"kata Simanjuntak menjelaskan.

Lanjutnya, pihaknya sudah menyampaikan persoalan data itu ke Wali Kota Siantar dan Dinas Sosial. Namun data terbaru, penerima keluarga manfaat di kota Siantar tak kunjung dikirim ke Kementerian Sosial.

"Sudah kita sampaikan ke Wali Kota, ke Dinas Sosial supaya data terbaru dikirimkan di bulan November. Tapi hingga saat ini gak dikirim. Artinya kalau gak dikirim data ini, data lama terus yang dipakai,"katanya.

Lipen menambahkan, yang sering terjadi di masyarakat saat ini, ada warga yang terdata sebagai penerima rastra, namun tidak terdaftar namanya di Kementerian Sosial.

"Setelah keluar kartu penerima BPNPT, terdapat 5431 penerima kartu dan masih 2200 tersalurkan. Sisanya banyak belum menerima," ungkapnya.

Lipen menjelaskan, pada tahun 2017 hingga saat ini, tidak ada perubahan data. Padahal, kata dia, sudah dilakukan empat kali validasi data. 

"Data mereka masuk, tapi gak masuk dalam data di Kementerian Sosial. Sementara Februari 2018, data di Siantar tidak dikirim sampai sekarang. Sementara data yang sekarang itu data 2017,"tutupnya.

Penulis: gee. Editor: gun.