Medan, hetanews.com - Gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan digeruduk puluhan pendemo yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Sumatera Utara Bersih (KORSUB), Selasa (18/12/2018).

Para pendemo menuntut Ketua Mahkamah Agung (MA), Muhammad Hatta Ali mundur dari jabatannya lantaran tak urung mampu menyelesaikan konflik dengan Komisi Yudisial (KY). Mereka juga meminta MA untuk tidak bersikap arogan melakukan kriminalisasi terhadap KY.

Selain itu, para pendemo juga menuntut agar MA dapat membenahi sikap hakim dan panitera di lingkungannya mengingat sejumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK sempat mengungkap adanya permainan oknum penegak hukum tersebut seperti kasus di Pengadilan Negeri Medan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Hari ini seharusnya, pengadilan yang merupakan suatu rumah keadilan bagi masyarakat Indonesia tapi faktanya bagi masyarakat yang tak mampu secara ekonomi mengeluh tak pernah mendapatkan keadilan," ujar Maslan Tambak, perwakilan LBH Medan.

Padahal, lanjutnya, KY selaku lembaga yang mengawasi praktek penegakkan hukum di MA, justru sekarang berupaya dilemahkan.

"Bersihkan Mahkamah Agung dari oknum-oknum yang tidak profesional. Ada upaya-upaya kriminalisasi terhadap lembaga yang secara konstitusi ditugasi mengawasi praktek hakim," tegasnya.

Senada, Alfikri Matondang dari Pemuda Muhammadiyah dengan suara lantang mengatakan bahwa jajaran Mahkamah Agung, khususnya Pengadilan Tinggi Medan selama ini anti kritik.

"Pengadilan Tinggi Medan tidak reformis. Mereka tidak menerima kritik dan saran dari Komisi Yudisial untuk membangun peradilan yang bersih. Mereka layak diganti orang-orang yang profesional," pungkasnya.

Quadi Azzam dari Pusat Studi Hukum dan Azasi Manusia (Pusham) Unimed menambahkan Mahkamah Agung harus belajar dari sejumlah kasus suap yang melibatkan hakim selama ini.

"Kita kecewa dengan MA dan PT Medan karena melaporkan salah satu anggota KY. Padahal mereka sendiri tak berbenah dengan banyaknya OTT hakim. Banyak yang bermasalah. Kita kecewa mereka justru tak ingin diberi masukan. Tak ingin membenah diri," tukasnya.

Demonstrasi ini, KORSUB diperkuat sejumlah pemuda dari LBH Medan, PUSHAM Unimed, SAHDAR, LAPK, FITRA Sumut, BAKUMSU, GSBI, HARI, WALHI Sumut, Kontras Sumut, PAHAM-SU, TEPLOK, IKOHI SUMUT, HMI FIS UNIMED, HMI FIK UNIMED, IPM MEDAN, PEMUDA, Muhammadiyah Medan, IMAPASBAR serta IKBPS.

Tak hanya berorasi, para pendemo juga menggalakkan petisi untuk mendukung terciptanya peradilan yang bersih dari korupsi. Mereka sepakat akan kembali menggelar aksi yang sama dengan kekuatan yang lebih besar jika Mahkamah Agung tak mengindahkan tuntutannya.

Usai menyampaikan tuntutannya, para pendemo akhirnya membubarkan diri secara teratur dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.