Mon 21 Jan 2019

Begini Cara Dokter Fadhlun Memperdaya Korbannya

Kedua saksi memberikan keterangan di persidangan. (foto/dian)

Medan,hetanews.com- Sidang kasus penipuan dan penggelapan uang miliaran rupiah dengan terdakwa dr Fadhlun (34), warga Komplek Taman Setia Budi Indah 2 Blok 2 No. 7 Medan Sunggal yang beberapa waktu lalu juga divonis bersalah dan dijatuhi hukuman selama 2 tahun dan 6 bulan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, kembali digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra V PN Medan, Senin (17/12/2018), di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Gosen Butarbutar dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Indra Zamachsyari, saksi korban Abdul Hasan yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, awalnya dirinya tak menyangka kalau Fadhlun berniat mau melakukan penipuan terhadapnya.

"Ternyata kebaikannya punya niat tertentu, untuk menipu saya, dengan maksud untuk menguntungkan dan memperkaya diri sendiri serta keluarganya," kata Abdul Hasan, di persidangan.

Selain itu, Abdul Hasan juga membeberkan akal bulus Fadhlun, mengerok uangnya dengan janji-janji manisnya, dengan mengatakan kalau dia (Fadhlun) ada proyek, di salah satu Bank.

Tak hanya itu, Fadhlun juga setiap mau mengambil uang selalu mengiming-imingi akan bekerja sama membuat usaha dengan korban. Sehingga akhirnya korbanpun percaya memberikan uang berapa saja dimintanya.

"Untuk menghilangkan kecurigaan saya. Fadhlun ini sangat licik, setiap mengambil uang yang jumlah kecil selalu dikembalikannya dan tak lama kemudian ambil lagi, bayar lagi dan begitulah seterusnya," bilang Abdul Hasan.

Setidak-tidaknya tanpa terasa dalam tahun 2012 sampai dengan tahun 2018, bertempat di Jalan Merpati No. 63 Medan Sunggal (rumah Abdul Hasan), Fadhlun telah mengambil uang korban dalam jumlah miliaran rupiah. Kalau ditotal jumlahnya, ada berkisar Rp46 miliar. Namun Abdul Hasan mengakui, sebagian telah dikembalikannya dan sisanya Rp16 miliar.

"Ketika itu, saya telah mencoba untuk menagihnya, namun berulang kali juga terdakwa mengecewakan saya. Dia (Fadhlun) berulang kali memberi dan membayar dengan cek giro kosong, yang setiap dicairkan uangnya tidak ada," sebut Abdul Hasan.

Akhirnya terdakwa menghilang tak tau dimana rimbanya. Melihat gelagat terdakwa sudah tak jujur, selanjutnya Abdul Hasan, melaporkan terdakwa ke Polda Sumut.

"Jadi akibat akal bulus dan iming-iming terdakwa, saya mengalami kerugian Rp16 miliar dan semuanya ada bukti peneriaman berupa kwitansi dan cek giro kosong,"ungkapnya lagi.

Baca juga: Lagi, Dokter Fadhlun Diadili Kasus Penipuan Duit Miliaran Rupiah

Hal yang sama juga dikatakan Husni, anak kandung korban (Abdul Hasan), bahwa terdakwa berhasil memainkan tipu muslihatnya dengan mengantongi Rp16 miliar uang orang tuanya.

Husni menyebutkan, bahwa dari awal dirinya sudah curiga dengan gerak-gerik terdakwa, namun selaku anak Husni tidak bisa berbuat banyak, karena orang tuanya sudah sangat percaya dengan terdakwa dan herannya apa yang diminta terdakwa selalu dituruti oleh orang tuanya.

"Saya selaku anak telah mengingatkan, tapi orang tua saya sudah terlanjur yakin, dengan perkataan terdakwa, dan herannya semua yang diminta terdakwa selalu dituruti. Minta dibelikan rumah dibelikan, dan minta mobil juga di belikan," ucap Husni yang kala itu keheranan melihat kebaikan ayahnya kepada Fadhlun.

Usai mendengarkan keterangan saksi kemudian, Majelis Hakim menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan.

Penulis: dian. Editor: gun.